ANALISIS ULANG RUNWAY BANDAR UDARA WIRIADINATA MENGGUNAKAN METODE FAA

Fitri Diah Kusuma Rini, Herianto Herianto, Hendra Hendra

Abstract


Bandar Udara Wiriadinata merupakan sarana pokok penunjang transportasi udara yang berfungsi sebagai simpul pergerakan pesawat, penumpang, kargo atau barang serta merupakan salah satu insfrastruktur penting yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat kota Tasikmalaya. Meningkatnya pergerakan penumpang diharapkan dapat menciptakan peningkatan ekonomi yang pesat Sementara ini Bandar Udara Wiriadinata masih digunakan oleh pesawat berukuran kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan ulang tebal perkerasan lentur runway Bandar Udara Wiriadinata dengan menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) ; mampu menyediakan analisis kebutuhan pengembangan konstruksi runway.Analisis perhitungan yang digunakan dengan menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) yang dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara manual dan software FAARFIELD. Analisa perbedaan perhitungan dan hasil desain tebal perkerasan mengacu pada Advicory Circular No:150/5320-6F/cara FAARFIELD. Berdasarkan hasil penelitian didapat tebal perkerasan total dengan cara manual adalah 65,86 cm dan dengan cara software FAARFIELD adalah 52,77 cm maka persentase perbandingannya adalah 13%. Dengan panjang landasan pacu berdasarkan faktor koreksi terhadap elevasi dan temperatur yang dibutuhkan oleh pesawat Fokker-100 minimum adalah 2290 m, dengan lebar runway adalah 30 m, dan lebar total taxiway dan bahu landasannya adalah  25 m.

 

Kata kunci : bandar udara, FAARFIELD, metode FAA, tebal perkerasan, wiriadinata.

Full Text:

PDF

References


Advisory Circular 150/5300-13. (2008). Airport Design.

Advisory Circular 150/5320-6E. (2009). Airport Design Pavement Design and Evaluation.

Advisory Circular 150/5320-6F. (2016). Airport Pavement Design and Evaluation.

Basuki, H. (1990). Merancang, Merencana Lapangan Terbang. Bandung: Alumni.

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (2005). Persyaratan Teknik Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara.

International Civil Aviation Organization (ICAO). (2009). Volume I Aerodrema Design and Operations.

Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (2005). Pedoman Teknis Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139-24 (AC casr Part 139-24).

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 69 Tahun 2013. (2013). Tatanan Kebandarudaraan Nasional.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini terindeks oleh: