FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD KOJA (Studi pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di RSUD Koja Tahun 2020)

Evalina Ayu Wibawani, Yuldan Faturahman, Anto Purwanto

Abstract


Dispepsia merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi di masyarakat. WHO memprediksi pada tahun 2020, proporsi angka kematian karena penyakit tidak menular akan meningkat menjadi 73% dan proporsi kesakitan menjadi 60% di dunia, sedangkan untuk negara SEARO (South East Asian Regional Office) pada tahun 2020 diprediksi angka kematian dan kesakitan karena penyakit tidak menular akan meningkat menjadi 50% dan 42%. Kejadian dispepsia biasanya disertai dengan nyeri ulu hati, perut begah, mual, muntah, sendawa, memiliki saran cepat kenyang ketika makan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia
pada pasien rawat jalan di Poli Penyakit Dalam RSUD Koja. Desain penelitian ini
menggunakan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien rawat jalan sebanyak 26.884 pasien. Sampel yang diambil sebanyak 378 pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan nilai kemaknaan p value=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kejadian dispepsia (p value=0,021 OR=1,798), terdapat hubungan antara jenis kelamin
dengan kejadian dispepsia (p value=0,024 OR=1,685), terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p value=0,000 OR=74,206), dan terdapat hubungan antara stres dengan kejadian dispepsia (p value=0,000 OR=0,091) pada pasien rawat jalan Poli Penyakit Dalam di RSUD Koja. Peneliti menyarankan petugas kesehatan untuk lebih gencar memberikan edukasi kesehatan terkait faktor-faktor yang menyebabkan kejadian dispepsia. Masyarakat disarankan agar mengubah pola hidup menjadi lebih baik, menjaga pola makan, tidak mengonsumsi makanan yang akan memperburuk keadaan penyakit dispepsia melalui informasi yang diberikah oleh petugas kesehatan selama melakukan pengobatan.


Keywords


dispepsia, usia, jenis kelamin, pola makan, stres.

Full Text:

PDF

References


Almatsier S, 2004. Penuntun Diet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

British Society of Gastroenterology (BSG), 2019. Test and treat for Helicobacter pylori (HP) in dyspepsia. Quick reference guide for primary care: For consultation and local adaptation, , pp. 5–7.

Chaidir R, Maulina H (2015). Hubungan tingkat stres dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa akhir prodi s1 keperawatan stikes yarsi sumbar bukittinggi. Jurnal Ilmu Kesehatan ‘Afiyah. 2(2) : 1-6.

Depkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Djojoningrat D. Dispepsia fungsional. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke-5. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 2009.hlm. 529-32.

Ganong, W.F. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 20. EGC. Jakarta, 472-478.

Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Penterjemah: Irawati, Ramadani D, Indriyani F. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2015.

Irianto, (2015). Memahami Berbagai Macam Penyakit. Bandung: Penerbit Alfabeta

Lombeng, F, 2013. Hubungan Pola Makan Pasie Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Wawonasa. Manado: Universitas Pembangunan Indonesia.

Mudjaddid E. Dispepsia fungsional. Buku Ajar : Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke- 5. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2009. hlm.2109-10.

Nurjannah. 2018. Hubungan Antara Umur Dan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Gastritis Kronik di Klinik Lacasino Makassar. Makassar : Stikes Amanah Makassar.

Pasaribu, PM. (2014). The Relationship Between Eating Habits With The Gastritis At The Medical Faculty Level Of Student 2010 Sam Ratulangi University Manado.

Prio, A.Z. (2009). Pengaruh Teknik Relaksasi Terhadap Respon Nyeri dan Frekuensi Kekambuhan Nyeri Lansia dengan Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.