PENGARUH UMR, JUMLAH PENDUDUK, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENERIMAAN PBB-P2 DI KOTA KEDIRI

Nanang Rohadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah minimum regional (UMR), jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB)-P2 di Kota Kediri pada tahun 2016-2019. Variabel bebas (independent variable) dalam penelitian ini adalah upah minimum regional (UMR), jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel terikat (dependent variable) dalam penelitian ini adalah pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB)-P2. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, khususnya quota sampling. Sampel yang digunakan adalah 20 kelurahan dari 46 kelurahan yang ada di Kota Kediri. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda dengan melakukan uji t dan uji f. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai sig t upah minimum regional sebesar 0,014 < 0,05 hal ini berarti upah minimum regional berpengaruh secara parsial terhadap penerimaan PBB-P2, sedangkan nilai sig t jumlah penduduk sebesar 0,022 > 0,05 hal ini berarti jumlah penduduk berpengaruh secara parsial terhadap penerimaan PBB-P2, dan nilai sig t pertumbuhan ekonomi sebesar 0,000 < 0,05 hal ini berarti pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara parsial terhadap penerimaan PBB-P2. Secara simultan nilai sig f sebesar 0,000 < 0,005 yang berarti secara bersama-sama upah minimum regional, jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap penerimaan PBB-P2.


Full Text:

PDF

References


Budiharjo, A. (2003). Pengaruh Jumlah Penduduk, Produk Domestik Regional Bruto dan Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Pada Kabupaten dan Kota di Propinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Semarang: Universitas Diponegoro. Tersedia: http://repository.undip.ac.id., diakses Februari 2020.

BPS Kota Kediri. 2020. Kependudukan. https://kedirikota.bps.go.id. Diakses pada tanggal 2 Februari 2020.

Diana, A., & Setiawati, L. (2014). Perpajakan (Edisi 1). Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Irfan. (2010). Pengaruh Kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) Dan Jumlah Penduduk Terhadap Penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Di Jakarta Selatan. Jurnal Ilmiah Akuntansi, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah. Tersedia: http://repository.uinjkt.ac.id., diakses Januari 2020.

Jhingan, M. L. (2012). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan (Edisi 1). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

. (2010). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan (Edisi 1). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Kosasi, J., & Barus, A. C. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Menurut Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil: JWEM 7 (2), 119-128,2018. Bandung: STIE Mikroskil. Tersedia: http://Mikroskil.ac.id., diakses Februari 2020.

Mardiasmo. (2016). Perpajakan (Terbaru 20). Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Masli, L. (2008). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Jakarta: STIE STAN IM. Tersedia: http://jsma.stan-im.ac.id.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Upah Minimum.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dalam PER-01/MEN/1999 Tentang Upah Minimum.

Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

Said, N. R. (2017). Pengaruh Upah Minimum Regional, Investasi, Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran Di Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Makassar: UIN Alauddin, Tersedia: http://repository.uin-alauddin.ac.id., diakses Januari 2020.

Sukirno, S. (2013). Makroekonomi Teori Pengantar (Edisi 3). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 
Published by: E-Jurnal PROSPEK (Jurusan Pendidikan Ekonomi)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi
Universitas Siliwangi - Tasikmalaya © 2019