ANALISA PERBANDINGAN MORTAR BUSA MENGGUNAKAN FOAMING AGENT NABATI DAN FOAMING AGENT KIMIA TERHADAP KUAT TEKAN BEBAS

Rahmat Tisnawan

Abstract


Abstrak

Perkembangan berbagai varian mortar yang telah dikembangkan salah satunya adalah mortar busa. Adukan mortar biasanya digunakan untuk pasang bata termasuk mortar busa dapat digunakan sebagai alternatif bahan timbunan pekerjaan konstruksi jalan karena mudah dibentuk serta beratnya yang ringan sehingga memudahkan dalam instalasinya. Pada penelitian ini menggunakan dua jenis campuran foaming agent yaitu nabati dan kimiawi. Tujuan penelitian mendapatkan perbandingan nilai flow, berat isi dan kuat tekan bebas (UCS) dari kedua jenis Foaming agent yang digunakan. Beberapa perbandingan foaming agent : air yaitu 1:21, 1:23, 1:25, 1:27 dan 1:29. Berdasarkan spesifikasi SE-PUPR-46-SE-M-2015 campuran foaming agent 1:25 adalah campuran job mis design awal sebagai acuan pada pra penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai tertinggi flow campuran nabati FA 1:25 & FA 1:27 yaitu 18, 20 cm sedangkan nilai terendah pada campuran FA 1:23 & FA 1:29 yaitu 18,10 cm sedangkan nilai flow pada campuran foaming agent kimiawi nilai tertinggi pada FA 1:27 & FA 1:29 yaitu 18,20 cm, untuk nilai flow terendah pada campuran FA 1:25 yaitu 18,00 cm. Campuran foaming agent nabati 1:29 memiliki nilai berat isi mortar tertinggi yaitu sebesar 781,67 Kg/m3 dan pada campuran FA 1:23 memiliki nilai berat isi mortar terendah yaitu sebesar 764,70 Kg/m3. Pada campuran foaming agent kimiawi pada campuran FA 1:25 memiliki nilai berat isi mortar tertinggi yaitu sebesar 757,06 Kg/m3 dan pada campuran FA 1:21 memiliki nilai berat isi mortar terendah dari kelima campuran yaitu sebesar 755,36 Kg/m3. Nilai rata-rata kuat tekan bebas (UCS) material ringan mortar busa dari pengunaan foaming agent jenis nabati diperoleh campuran 1:29 memiliki nilai tertinggi sebesar 1632,85 kPa dan campuran 1:23 memiliki nilai terendah sebesar 505,80 kPa. Nilai kuat tekan bebas (UCS) mortar busa pengunaan foaming agent jenis kimiawi diperoleh campuran 1:21 memiliki nilai tertinggi sebesar 236,41 kPa dan campuran 1:23 memiliki nilai terendah sebesar 65,97 kPa. 

Abstract

The development of various variants of mortar that has been developed one of which is foam mortar. Mortar mortar is usually used to install bricks, including foam mortar, which can be used as an alternative material for road construction work because it is easy to form and light in weight, making it easier to install. In this study, two types of foaming agent mixtures were used, namely vegetable and chemical. The aim of this research is to get a comparison of flow values, bulk density and free compressive strength (UCS) of the two types of foaming agents used. Several ratios of foaming agent: water are 1:21, 1:23, 1:25, 1:27 and 1:29. Based on the specifications of SE-PUPR-46-SE-M-2015 the foaming agent mixture 1:25 is a mixture of initial job mis design as a reference in pre-study. The results showed that the highest value of flow for vegetable mixtures FA 1:25 & FA 1:27 was 18, 20 cm, while the lowest value for mixtures of FA 1:23 & FA 1:29 was 18,10 cm, while the flow value for a mixture of chemical foaming agents the highest value at FA 1:27 & FA 1:29 is 18.20 cm, for the lowest flow value is at FA 1:25 mixture which is 18.00 cm. The 1:29 vegetable foaming agent mixture had the highest mortar density value of 781.67 Kg/m3 and the 1:23 FA mixture had the lowest mortar density value of 764.70 Kg/m3. The chemical foaming agent mixture in FA 1:25 mixture has the highest mortar density value of 757.06 Kg/m3 and in FA 1:21 mixture has the lowest mortar density value of the five mixtures, which is 755.36 Kg/m3. The average value of free compressive strength (UCS) of lightweight foam mortar material from the use of vegetable type foaming agents obtained a mixture of 1:29 has the highest value of 1632.85 kPa and a mixture of 1:23 has the lowest value of 505.80 kPa. The value of free compressive strength (UCS) of foam mortar using a chemical type of foaming agent obtained a mixture of 1:21 has the highest value of 236.41 kPa and a mixture of 1:23 has the lowest value of 65.97 kPa


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Usman, Angelina. 2014. Studi Daya Dukung Pondasi Dangkal Pada Tanah Gambut Menggunakan Kombinasi Perkuatan Anyaman Bambu dan Grid Bambu Dengan Variasi Lebar dan Jumlah Lapisan Perkuatan. Jurusan Teknik Sipil. Universitas Sriwijaya.

Nugraha, Nosa., dkk. 2015. Analisa Resiko Dan Mitigasi Pada Konstruksi Jalan Di Lahan Gambut. Magister Teknik Sipil. Universitas Tanjungpura.

Ashari, F. 2012. Variasi Ketbean Lapisan dan Ukuran Butiran Media Penyaringan pada Biosand Filter untuk Pengelolahan Air Gambut. Pekanbaru. Teknik Sipil. Universitas Riau.

Malau, Febrianto B. 2014. Penelitian Kuat Tekan Dan Berat Jenis Mortar Untuk Dinding Panel Dengan Membandingkan Penggunaan Pasir Bangka Dan Pasir Batu raja Dengan Tambahan Foaming Agent Dan Silica Fume. Jurusan Teknik Sipil. Universitas Sriwijaya.

SK SNI T-15-1990-3. Tata Cara Pembuatan Beton Normal

Surat Edaran Menteri PUPR. No 44/SE/M/2015. Perancangan Campuran Material Ringan Mortar Busa Untuk Konstruksi Jalan. Kementerian PUPR Republik Indonesia.

Surat Edaran Menteri PUPR. No 46/SE/M/2015. Pedoman Spesifikasi Material Ringan Dengan Mortar Busa Untuk Konstruksi Jalan. Kementerian PUPR Republik Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.37058/aks.v4i2.6524

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini terindeks oleh: