Implementasi Diplomasi Preventif Indonesia terhadap Isu Laut Tiongkok Selatan pada 1990-2000
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan diplomasi preventif yang dilakukan oleh pemerintahIndonesiapadatahun1990hingga2000untukmencegaheskalasikonflikdiLautTiongkok Selatan(LTS).Denganadanyadiplomasipreventifini,pemerintahberupayamemfasilitasiTiongkokdan beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina, untuk menyelesaikan sengketa wilayah mereka di LTS secara damai. Oleh karena itu, pertanyaan penelitian yangdiangkatdalampenelitianiniadalah,Bagaimanaimplementasidiplomasipreventifyangdilakukan oleh Indonesia pada tahun 1990 hingga 2000 untuk mewujudkan tujuan tersebut? Dengan menggunakanmetodekualitatifdananalisisinterpretatif,penelitianinimenemukanbahwapemerintah Indonesia melakukan diplomasi preventif dengan cara menginisiasi lokakarya tentang LTS dan mendirikan ASEAN Regional Forum (ARF). Indonesia berharap Inisiatif-inisiatif akan mampu membangun rasa saling percaya antar negara-negara yang sedang berkonflik dan memfasilitasi perumusan aturan tata perilaku di Laut Tiongkok Selatan. Lokakarya dan forum ARF tersebut berkontribusi mencegah eskalasi konflik di LTS berkat diplomasi preventif Indonesia di kawasan.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Alexandra, F., & Mujiono, D. I. K. (2019). Pengantar Diplomasi: Sejarah, Teori, dan Studi Kasus. Mulawarman University Press.
Anwar, L. A. (2023, December 21). China Peringatkan Filipina soal Salah Perhitungan di Laut China Selatan. Kompas. https://www.kompas.id/baca/internasional/2023/12/21/china-peringatkan-filipina-soal- salah-perhitungan-di-laut-china-selatan?open_from=Search_Result_Page
Apriwan, Irawan, P., & Trisni, S. (2016). Strategi Indonesia dalam Merespon Kebangkitan Tiongkok pada Masa Kepemimpinan Presiden SBY (Studi Kasus: Laut Tiongkok Selatan). Andalas Journal of International Studies|, 5(2), 129. http://www.todday
Babbie, E. R. (2007). The Basics of Social Research. Thomson Higher Education.
Cahill, K. (2000). Preventive Diplomacy: Stopping Wars Before They Start. Routledge. Carter, N., Bryant-Lukosius, D., Dicenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The Use of
Triangulation in Qualitative Research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547
Darmawan, A. B. (2018). Dinamika Isu Laut Tiongkok Selatan: Analisis Sumber-Sumber Kebijakan Luar Negeri Tiongkok dalam Sengketa. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 14(1), 13. https://doi.org/10.26593/jihi.v14i1.2786.13-35
Darmawan, A. B., & Kuncoro, H. R. (2019). Penggunaan ASEAN Way dalam Upaya Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Sebuah Catatan Keberhasilan? Andalas Journal of International Studies (AJIS), 8(1), 43. https://doi.org/10.25077/ajis.8.1.43- 61.2019
Darmawan, A. B., & Mahendra, Lady. (2018). Isu Laut Tiongkok Selatan: Negara-negara ASEAN Terbelah Menghadapi Tiongkok. Global Strategis, 12(1).
Djalal, H. (2000). South China Sea Island Disputes. The Raffles Bulletin of Zoology, 8. Djalal, H. (2001). Indonesia and the South China Sea initiative. Ocean Development and
International Law, 32(2), 97103. https://doi.org/10.1080/00908320151100226
Djalal, H., & Townsend-Gault, I. (1999). Preventive Diplomacy: Managing Potential Conflicts in The South China Sea. United States Institute of Peace Press.
Djelantik, S. (2008). Diplomasi: Antara Teori dan Praktik. Graha Ilmu.
Emmers, R., & Seng Tan, S. S. (2009). The ASEAN Regional Forum and Preventive Diplomacy: A Failure in Practice (189).
Hamidah, H. (2003). Pengelolaan Potensi Konflik Laut Cina Selatan Melalui Mekanisme Confidence Building Measures (CBMs). Universitas Indonesia.
Hara, A. E. (2011). Pengantar Analisis Politik Luar Negeri: Dari Realisme Sampai Konstruktivisme. NUANSA.
He, K. (2009). Institutional Balancing in the Asia Pacific: Economic interdependence and
Chinas rise. Routledge.
Hennink, M., Hutter, I., & Bailey, A. (2020). Qualitative Research Methods. SAGE Publications.
Jemadu, A. (2023). Analisis Kebijakan Luar Negeri Indonesia sebagai Kebijakan Publik.
Graha Ilmu.
Kegley, C. W., & Blanton, S. L. (2010). World Politics: Trends and Transformation (2010th- 2011 Edition ed.). Cengage Learning.
Kompas. (2023). Percikan Api di Laut China Selatan. https://www.kompas.id/baca/opini/2023/09/29/percikan-api-di-laut-china-selatan
Kusumasomantri, A. R. (2018). Strategi Hedging Indonesia terhadap Klaim Teritorial Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Global: Jurnal Politik Internasional, 17(1). https://doi.org/10.7454/global.v17i1.28
Oktavianto, F. (2023). Implikasi AUKUS Terhadap Hubungan Ekonomi Australia dan Tiongkok Tahun 2021-2022. BHUVANA: Journal of Global Studies, 1(2), 185208. https://doi.org/10.59408/bjgs.v1i2.55
Parandaru, I. (2024). Sengketa Laut China Selatan dan Ancaman Kedaulatan Indonesia . Kompas. https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/sengketa-laut-china- selatan-danancaman-kedaulatan-indonesia
Rowan, J. P. (2005). The U.S.-Japan Security Alliance, ASEAN, and the South China Sea Dispute. Asian Survey, 45(3).
Ruyat, Y. (2017). Peran Indonesia dalam Menjaga Wilayah Laut Natuna dan Menyelesaikan Konflik Laut Tiongkok Selatan. Jurnal Kajian Lemhanas RI, 5(1).
Shirk, S. L. (1994). Chinese Views on Asia-Pacific Regional Security Cooperation (Vol. 5, Issue 5).
Song, Y. H. (2010). The South China Sea workshop process and Taiwans Participation. Ocean Development and International Law, 41(3), 253269. https://doi.org/10.1080/00908320.2010.499296
Suryokusumo, S. (2004). Praktik Diplomasi. STIH IBLAM.
Tandy, M. N. P., Chen, E. G., Maria, A., Arrumaisha, C. H., Jackson, V. E., & Valerie, B. (2021). Analisis Signifikansi Keterkaitan Geopolitik dalam Pelaksanaan Diplomasi Preventif Indonesia pada Kasus Laut Cina Selatan. Jurnal Sentris. https://doi.org/10.18196/hi.72130
Toma, P. A., & Gorman, R. F. (1991). International Relations : Understanding Global Issues.
Brooks/Cole Pub Co .
Tonneson, S. (2010). Chinas Changing Role in The South China Sea: Reflections on a Scholars Workshop. Harvard Asia Quarterly, 12(4).
Ulung, A. K. (2010). Terbentuknya Pemahaman Intersubjektif terhadap Kemajuan Cina di Kawasan Asia Pasifik. Universitas Jember.
Usman, A., & Sukma, R. (1997). Konflik Laut Cina Selatan: Tantangan Bagi ASEAN. Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
DOI: https://doi.org/10.37058/jipp.v12i1.12661
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Alessandro Kurniawan Ulung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View My Stats




