Menakar Peluang Peradaban Demokrasi Indonesia

Randi Muchariman

Abstract


Pengetahuan dan praktik demokrasi hadir dalam konteks peradaban dan pandangan alam tertentu. Keadaan tersebut menegaskan bahwa Demokrasi bukan sesuatu yang universal atau narasi besar yang bisa diberlakukan sama untuk seluruh wilayah di dunia. Oleh sebab itu, demokrasi di Indonesia harus dilihat dalam relevansinya dengan keadaan sosial politik dan konstitusi di Indonesia. Irelevansi terjadi dalam wacana dan praktik demokrasi di Indonesia karena benturan pandangan alam Islam dan Barat di Indonesia. Proses hegemoni menempatkan demokrasi sebagai kesadaran umum (common sense) namun tidak mengubah pandangan alam masyarakat yang seharusnya menjadi dasar untuk berbagai kesadaran umum tersebut. Persoalan relevansi tersebut menjelaskan arah pembangunan politik di Indonesia serta peluang peradaban demokrasi di Indonesia. Beberapa pilihan diajukan untuk keadaan tersebut dalam tulisan ini dengan merujuk kepada sejarah sosial politik dan konstitusi di Indonesia. Terdapat tiga peluang penting bagi masa depan peradaban demokrasi di Indonesia sebagai sebuah kesimpulan yang didapat menggunakan teori penjajahan intelektual dan metode analisis wacana.

Keywords


Demokrasi; Islam; Barat; analisis wacana; penjajahan intelektual



DOI: https://doi.org/10.37058/jipp.v4i1.862

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Randi Muchariman



JIPP is Indexed by

 Google Scholar Google Scholar

 

View My Stats