ANALISIS BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA

Achmad Yasin Mustamin, Yanasta Yudo Pratama, Sri Wahyunita Mohamad

Abstract


Komitmen terhadap keselamatan pasien berkembang luas sejak akhir decade 1990-an. Pada tahun 2000 Intitute of Medicine (IOM) di Amerika Serikat menerbitkan laporan To Err Is Human Building a Safer Health System yang mengemukakan penelitian di rumah Sakit di Utah dan Colorado ditemukan KTD (Kejadian Tak Diharapkan)/ Adverse Event sebesar 2,9 % dimana 6,6% diantaranya meninggal, sedangkan di New York ditemukan KTD sebesar 3,7 % dengan angka kematian 13,6%1. Budaya keselamatan pasien adalah kepemimpinan dan interaksi staf, sikap, rutinitas, kesadaran dan praktik yang bertumpu pada risiko kejadian merugikan pasien. Konsep ini dianggap sebagai fenomena kelompok, bukan individu. Budaya keselamatan paling penting di unit pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan pasien2. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisa penerapan budaya keselamatan pasien di klinik pratama dengan berbasis bukti (Evidence Based). Terdapat 7 standar keselamatan pasien serta 6 sasaran keselamatan pasien di Indonesia. Organisasi pelayanan kesehatan perlu mengembangkan budaya keselamatan pasien untuk fokus pada peningkatan keandalan dan keselamatan pasien di masa depan. Budaya keselamatan pasien yang buruk merupakan faktor risiko penting yang dapat mengancam keselamatan pasien. Jika budaya keselamatan pasien di rumah sakit tidak berubah, ancaman terhadap keselamatan pasien ini tidak dapat diubah (Hartanto dan Warsito, 2017).Sistem keselamatan pasien merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan oleh klinik, hal ini sangat erat kaitannya baik dengan citra klinik maupun keselamatan pasien


Keywords


keselamatan pasien, klinik pratama, budaya keselamatan pasien

Full Text:

PDF

References


Donaldson, Liam J., and Dhingra Neelam. "World patient safety day: a call for action on health worker safety." Journal of Patient Safety and Risk Management 25, no. 5 (2020): 171-173.

Lawati, Muna Habib AL, Sarah Dennis, Stephanie D. Short, and Nadia Noor Abdulhadi. "Patient safety and safety culture in primary health care: a systematic review." BMC family practice 19, no. 1 (2018): 1-12.

Hartanto, Yuli Dwi, and Warsito BE. "Kepemimpinan Kepala Ruang dalam Penerapan Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Literature Review." In Seminar Nasional dan Call for Paper. eprints. undip. ac. id/60837/1/4. pdf. 2017.

Ulumiyah, Nurul Hidayatul. "Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan penerapan upaya keselamatan pasien di puskesmas." Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia 6, no. 2 (2018): 149-155.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Klinik

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, Dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien

Najihah, Najihah. "Budaya Keselamatan Pasien dan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Literature Review." Journal of Islamic Nursing 3, no. 1 (2018): 1-8.

Salawati, Liza. "Penerapan keselamatan pasien rumah sakit." Averrous: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh 6, no. 1 (2020): 98-107.

Fleming-Carroll, Bonnie, Anne Matlow, Siobhan Dooley, Valerie McDonald, Kimberley Meighan, and Kim Streitenberger. "Patient safety in a pediatric centre: partnering with families." Healthcare Quarterly (Toronto, Ont.) 9 (2006): 96-101.

Lilian, T., Hasan, A., Indahwaty S. & Arsunan, A. “Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Penerapan Budaya KeselamatanPasien di RSUD Labuang Baji”. Jst Kesehatan, Vol. 7, No. 2 (2017): 191–196

Thomas-Hawkins, Charlotte, and Linda Flynn. "Patient safety culture and nursereported adverse events in outpatient hemodialysis units." Res Theory Nurs Pract 29, no. 1 (2015): 53-65




DOI: https://doi.org/10.37058/jkki.v18i1.4726

Article Metrics

Abstract view : 100 times
PDF - 100 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.