OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PELATIHAN DETEKSI PERKEMBANGAN BALITA

Nur Lina, Siti Novianti, Sri Maywati, Rian Arie Gustaman, Yani Sri Astuti

Abstract


Stunting merupakan masalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, tingkat kecerdasan, dan produktivitas di masa depan. Prevalensi stunting di Indonesia masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan WHO, termasuk di Kota Tasikmalaya. Upaya pencegahan memerlukan keterlibatan keluarga, khususnya ibu balita, dalam mengoptimalkan pola asuh gizi dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Nusa Indah dan Posyandu Kasih Bunda, wilayah kerja Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya. Jumlah peserta terdiri atas 66 ibu balita, 10 kader posyandu, 3 petugas puskesmas, serta didampingi 2 mahasiswa. Metode kegiatan meliputi penyuluhan gizi dan kesehatan, edukasi dengan leaflet, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui post test. Pesan utama yang disampaikan meliputi pentingnya ASI eksklusif, inisiasi menyusu dini, pemberian MP-ASI bergizi seimbang, pencegahan kecacingan, PHBS, dan imunisasi dasar lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta adalah 5,7 1,7 dengan pemahaman tinggi pada konsep ASI eksklusif (86,5%) dan gizi seimbang (75,7%). Namun, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman mengenai defisiensi gizi mikro. Selain itu, kader posyandu menerima sarana antropometri (baby scale dan infant ruler) serta buku panduan deteksi tumbuh kembang untuk meningkatkan akurasi pemantauan. Hasil ini menegaskan bahwa intervensi edukasi singkat mampu meningkatkan pemahaman ibu balita dalam pencegahan stunting, meskipun diperlukan penguatan materi khususnya terkait gizi mikro serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mendukung strategi nasional percepatan penurunan stuntingKata kunci: stunting, pengabdian masyarakat, peran keluarga, posyandu, perkembangan balita.


Full Text:

PDF

References


Koshy B, Srinivasan M, Gopalakrishnan S, Mohan VR, Scharf R, Murray-Kolb L, et al. Are early childhood stunting and catch-up growth associated with school age cognition? -Evidence from an Indian birth cohort. PLoS One [Internet]. 2022;17(3 March):114. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0264010

WHO. Global nutrition targets 2025: stunting policy brief. 2023; Available from: https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-14.3

Kemenkes RI KK. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2018 [Internet]. Indonesia; 2018. Available from: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf

Kemenkes RI KK. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 [Internet]. Jakarta; 2022. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/materi-hasil-survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2022

Kemenkes. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan lntervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Bakti Husada. 2016;59.

Ansuya, Nayak BS, Unnikrishnan B, Shashidhara YN, Mundkur SC. Effect of nutrition intervention on cognitive development among malnourished preschool children: randomized controlled trial. Sci Rep [Internet]. 2023;13(1):18. Available from: https://doi.org/10.1038/s41598-023-36841-7

Akbar RR, Kartika W, Khairunnisa M. The Effect of Stunting on Child Growth and Development. Sci J. 2023;2(4):15360.

LIPI. Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi. In: Percepatan Penurunan Stunting Melalui Revitalisasi Ketahanan Pangan dan Gizi dalam Rangka Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Indonesia: LIPI Press; 2018.

Mustakim MRD, Irwanto, Irawan R, Irmawati M, Setyoboedi B. Impact of Stunting on Development of Children between 1-3 Years of Age. Ethiop J Health Sci. 2022;32(3):56978.

Ocansey ME, Adu-Afarwuah S, Kumordzie SM, Okronipa H, Young RR, Tamakloe SM, et al. The association of early linear growth and haemoglobin concentration with later cognitive, motor, and socialemotional development at preschool age in Ghana. Matern Child Nutr. 2019;15(4):111.

Pemkot Tasikmalaya. Diseminasi Hasil Kajian Audit Kasus Stunting dan Rencana Tindak Lanjut di Kota Tasikmalaya [Internet]. 2022. Available from: https://portal.tasikmalayakota.go.id/index.php/q/berita_detail/586#:~:text=Untuk Kota Tasikmalaya sendiri kasus,dari 14.58%25 ke 12.87%25

Lina N, Novianti S, Gustaman RA, Rohmania D. The Relationship between Food Diversity and Development of Stunted Toddlers in Cisayong District , Tasikmalaya Regency , Indonesia Hubungan Keragaman Makanan dan Perkembangan Balita Stunting di. 2024;8(4):593601.

Rahman A, Rahman M, Rahman A, et al. Association of exclusive breastfeeding with reduced risk of stunting in children: a systematic review and meta-analysis. Matern Child Nutr. 2020;16(3):e12942. doi:10.1111/mcn.12942

Dewey KG, Begum K. Long-term consequences of stunting in early life. Matern Child Nutr. 2011;7 Suppl 3:518. doi:10.1111/j.1740-8709.2011.00349.x

Black RE, Victora CG, Walker SP, et al. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. Lancet. 2013;382(9890):427451. doi:10.1016/S0140-6736(13)60937-X

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.

World Health Organization. Community engagement: a health promotion guide for universal health coverage in the hands of the people. Geneva: WHO; 2017.




DOI: https://doi.org/10.37058/jsppm.v12i1.16892

Refbacks

  • There are currently no refbacks.