EKPLORASI AIRTANAH DI KAMPUS UNIVERSITAS SILIWANGI DALAM RANGKA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN

Pengki Irawan

Abstract


Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan air bersih semakin meningkat dengan adanya peningkatan jumlah penduduk. Universitas Siliwangi dalam memenuhi kebutuhan air melakukan eksploitasi airtanah. Berdasarkan pengamatan lapangan, setiap fakultas dan unit kerja terdapat sumur gali, sumur bor dangkal maupun sumur dalam, sementara usaha konservasi airtanah belum dilakukan. Eksploitasi air tanah maupun mata air harus melalui kajian hidrogeologi yaitu menghitung ketersedian sumberdaya air baik berupa mata air maupun cadangan airtanah. Peningkatan kebutuhan air, tidak diimbangi oleh ketersediaan air permukaan, dimana ketersediaan air permukaan semakin turun. Mengatasi permasalahan tersebut, air tanah menjadi salah satu solusi. Air tanah berada di bawah permukaan tanah di dalam lapisan pembawa air tanah. Lapisan pembawa air tanah tersebut dinamakan akuifer. Ekploitasi air tanah harus memperhatikan daya dukung lingkungan air tanah. Daya dukung air tanah dipengaruhi oleh karakteristik akuifer, karakteristik tersebut antara lain adalah konduktivitas, tebal akuifer, lebar akuifer, batuan penyusun akuifer dan gradien hidrolik. Berdasarkan kajian geolistrik, akuifer di lokasi penyelidikan disusun oleh lapisan lempung pasiran. Air tanah pada zona unconfined akuifer maupun zona confined disusun oleh lapisan lempung pasiran dan pasir lempungan dengan potensi airtanah dalam diperkirakan kurang dari 175.05 m3/hari atau setara dengan 2.026 liter/detik. Potensi debit sumur diperkirakan kurang dari 1 liter/detik.


Full Text:

PDF 56-63

References


] Anonim. 2008. Pengukuran Geolistrik Untuk Menunjang Sumur Resapan KLH. Coreewell. Jakarta.

] Balek, J. 1989. Groundwater Resource Assessment. Elsevier Science Publishers B.V., Amsterdam

] Chow, V.T. 1964. Handbook of Applied Hydrology. Mc Graw Hill, New York

] Fetter,. C. W. 1994. Applied Hydrogeology. 3rd ED. Merrill Publishing Company, Ohio

] Kodoatie, R.J. 1996. Pengantar Hidrogeologi. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

] Lee, T.R. 1999. Water Management in the 21st Century. Edward Elgar Publishing: Cheltenham

] Loke, M.H and Barker R.D., 1996, Rapid Least-squares Inversion of Apparent. Resistivity Pseudosection by Quasi-Newton Method. Geophysics Prospecting 44,131-152.

] Irawan, Pengki. 2012. Potensi Cadangan Airtanah di DAS Ciliwung. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

] Srijatno,1980, Geofisika Terapan, Departemen fisika ITB, Bandung.

] Todd, D. K. 1995. Groundwater Hydrology. Second Edition. John Wiley & Sons, Singapore.

] Wagner, J. M., U. Shamir and H. R.Nemati. 1992. Groundwater quality management under urcertainty : stochastic programming approach and the value of Information. Water Resources Research 28 (5) : 1511-1530.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.