KONSERVASI PENYU SISIK, ELANG LAUT & ELANG BONDOL DI PULAU PRAMUKA DAN PULAU KOTOK, TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA

Vira Fitriani, Husna Munawaroh Oktaviani, Ode Sofyan Hadi

Abstract


Kawasan Kepulauan Seribu memiliki nilai konservasi yang tinggi karena kelimpahan, keragaman jenis dan ekosistemnya yang unik dan khas. penyu sisik merupakan salah satu dari 10 kategori  target konservasi Pulau Pramuka. Penyu Sisik (Eretmoche/ys imbricata L.) merupakan salah satu dari enam penyu laut yang ditemukan di Indonesia. Jenis penyu ini termasuk dalam daftar Red Data Book JUeN sebagai jenis yang hampir punah. Oleh karena itu, pengelolaan yang berkelanjutan terhadap penyu ini sangat diperlukan. Pulau Kotok merupakan tempat konservasi elang yang didirikan pada tahun 2004. Pulau Kotok dibagi menjadi dua, yaitu Pulau Kotok Besar dan Pulau Kotok Kecil. Konservasi elang laut dan elang bondol terdapat dalam pulau ini yang memiliki misi rehabilitas yakni untuk mengembalikan insting keliaran elang. Dalam pulau kotok terdapat 11 ekor elang bondol yang cacat dan 2 ekor elang laut yang cacat, namun salah satu elang laut yang cacat telah mati. Konservasi elang di Pulau kotok sangat hati – hati dikarenakan kondisi elang cacat yang depresi. Penggolongan cacat berat dan cacat ringan pada elang bondol dipisah dengan 2 kandang dengan nama sanctuary 1 dan sanctuary 2.


Full Text:

PDF (18-22)

References


Andhiksp. 2007. Mangrove : Belajar dari Kepulauan Seribu. Jakarta.

Damayanti, Devi. 2013. Manajemen Pelestarian Penyu Sisik Di Taman Nasional Kepulauan Seribu Dan Taman Nasional Karimunjawa. Bogor.

Diana, Putri. 2014. Pusat rehabilitasi Elang di Kepulauan Seribu. Jakarta.

Dipa, Mochammad. 2018. Menengok ElangBondol yang Nyaris Punah di Pulau Kotok Kepulauan Seribu. Jakarta.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. Jakarta.

Hermawan, Dadan, Saddon Silalahi dan H, dan Muhammad Eidman. 1993. Studi Habitat Peneluran Penyu Sisik (Eretmoche/Ys Imbricata L) di Pulau Peteloran Timur dan Barat Taman NasionalKepulauan Seribu, Jakarta. Bogor.

Iqbal, Dony. 2018. Tidak Hanya Pariwisata,Kondisi Lingkungan Pulau Pramuka Harus Diperhatikan. Jakarta.

Iqbal, Dony. 2018. Pulau Pramuka, Bukan Objek Wisata Menyelam Semata. Jakarta.

Natsir, Suhartanti Muhammad. 2010. Foraminifera Bentik Sebagai Indikator Kondisi Lingkungan Terumbu Karang Perairan Pulau Kotok Besar Dan Pulau Nirwana, Kepulauan Seribu. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

Purwati Erry. 2000. Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Sisik Eretmochelys Imbricata L. Pada Sarang Semi Alami di Pulau Pramuka, Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Jakarta.IPB.

Rachmania, Kartika Nurul.2015. pengelolaan Perawatan, Rehabilitasi dan Penilaian Kesejahteraan Elang di Pulau Kotok Besar, Jakarta.

Rahardjo, Prino. 2013. Pendekatan Ekosistem Untuk Mitigasi Akibat Perubahan Iklim Pada Pulau Kecil (Pulau Pramuka Kepulauan Seribu). Jakarta.

Suci, Trisetyani. 2015. Penyutradaraan Program Dokumenter Televisi “Travel Wonders” Dengan Gaya performative” Episode : Konservasi Elang Bondol di Pulau Kotok Besar.

Syari'ati, Esti, Paskal Sukandar dan Hanum Insfaeni. 2015. Perbandingan Perilaku Harian Jantan Dan Betina Burung ElangBondol (Haliastur Indus Boddaert, 1783) Di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta.Jakarta.

Wahjuhardini, P. L., 1992. Studi Beberapa Aspek Biologi Penyu sisik (Eretmochels Imbricata L) di Keulauan Seribu. IPB


Refbacks

  • There are currently no refbacks.