PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) UNTUK FITOREMEDIASI KADMIUM (Cd) PADA AIR TERCEMAR

Darul Zumani, Maman Suryaman, Sheli Mustikasi Dewi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kemampuan eceng gondok dalam menyerap logam berat kadmium. Penelitian dilakukandari Bulan September sampai Bulan Oktober 2014di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi.Penelitian disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas dua faktor. Faktor ke satu yaitu luas penutupan (p) terdiri dari: p1: 30% luas penutupan eceng gondok, p2: 60% luas penutupan eceng gondok dan p3: 90% luas penutupan eceng gondok. Faktor ke dua yaitu lama kontak (t) terdiri dari: t1: lama kontak 7 hari, t2: lama kontak 14 hari dan t3 : lama kontak 21 hari. Parameter yang diamati meliputi: Konsentrasi kadmium dalam air (ppm), Konsentrasi kadmium pada bagian tanaman eceng gondok, dan penambahanbobot basah eceng gondok. dan Konsentrasi kadmium pada bagian tanaman eceng gondok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara luas penutupan eceng gondok dengan lama kontak terhadap konsentrasi kadmium dalam air. Penutupan eceng gondok 30 % dengan lama kontak 21 hari, penutupan eceng gondok 60 % dengan lama kontak 14 hari dan penutupan eceng gondok 90 % dengan lama kontak 14 hari dapat menurunkan konsentrasi kadmium dari 2 ppm sampai 0.01 ppm. Luas penutupan eceng gondok memberikan pengaruh terhadap penambahan bobot basah eceng gondok, penambahan bobot basah tertinggi terdapat pada perlakuan luas penutupan 30 % dan konsentrasi kadmium paling tinggi terdapat pada bagian akar eceng gondok.

Full Text:

PDF 22-31

References


Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Andi Offset. Yogyakarta.

Ahmad, B dan Meutia, H. 2012. Sebuah Potret Pencemaran Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun di Badan Sungai Serta Beberapa Titik Pembuangan Industri Tak Bertuan, Studi Kasus Sungai Citarum. Greenpeace Asia Tenggara dan Walhi Jawa Barat di Bandung. Hal: 17.

Baskoro, A. 2008. Dampak Penggunaan Air Tercemar Untuk Irgasi Pertanian dan Rekomendasi Penganannya. Jurnal Penelitian Lingkungan. Vol. 2, No. 4. Hal: 23-26.

Febrianingsih, A. 2013. Pengaruh Lama Waktu Kontak Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Terhadap Penyerapan Logam Berat Merkuri (Hg).Vol 1, No 1 (2013)(kim.ung.ac.id/index.php/KIMFIKK).

Foth, H. D. 1991. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Kris, S. dan Wariningsih. 2011. Pemanfaaatan Eceng Gondok Untuk Membersihkan Kualitas Air Sungai Gadjahwong Yogyakarta. Jurnal Teknologi Technoscientia Vol. 4 No 1. Hal : 17 – 22.

Ghopal, B. and Sharma, K.P. 1981. Waterhyacint. Hindasia Publisher. New Delhi.P. 16-61

Gupta, O. 1984. Management Weed Scientific. New Delhi: Today and Tomorrow’s Printers and Pub.

Pasaribu, G, dan Sahalita. 2006. Pemanfaatan Eceng Gondok sebagai Bahan Baku Kertas Seni. Makalah Utama pada Ekspose Hasil-Hasil Penelitian: Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Hutan. Padang.

Priyanto, B. & Prayitno, J. 2006. Fitoremediasi sebagai Sebuah TeknologiPemulihan

Pencemaran, Khususnya Logam berat, (Online).

(http://ltl.bppt.tripod.com/sublab/lflora1.htm, diakses 4 Juni 2014).

Suismono, Miskiyah dan Widaningrum. 2007. Bahaya Kontaminasi Logam Berat Dalam Sayuran dan Alternatif Pencegahan Cemarannya. Jurnal Teknologi Pascapanen Pertanian. Vol. 3 Hal : 57 – 67.

Sastroutomo, S, S. 1990. Ekologi Gulma. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.