HUBUNGAN ANTARA POLA CURAH HUJAN DENGAN KEJADIAN DBD DI KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2006 - 2015 (Kajian Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan)

Ai Sri Kosnayani, Asep Kurnia Hidayat

Abstract


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit akut, bersifat endemik dan secara berkala dapat membawa Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemanasan global dapat menyebabkan perubahan iklim, faktor perubahan iklim bisa menjadi salah satu faktor penyumbang penyebaran virus DBD secara luas. Beberapa faktor iklim yang mempengaruhi parasit dan vektor meliputi suhu, curah hujan, kelembaban, permukaan air, dan kecepatan angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola curah hujan (curah hujan dan hujan) dengan kejadian DBD di Kota Tasikmalaya 2006 - 2015. Penelitian ini bersifat retrospektif dan merupakan penelitian deskriptif. Data curah hujan dan jumlah hari hujan diambil dari rata-rata 6 data stasiun curah hujan, yaitu Cigede, Cimulu, Singaparna, Padawaras, dan Karangnunggal. Data kejadian demam berdarah bulanan pada tahun 2006 - 2015 diambil dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.  Curah hujan harian dan jumlah hari hujan di Kota Tasikmalaya tahun 2006 – 2015 menunjukkan angka yang relatif stabil. Curah hujan harian di Kota Tasikmalaya pada tahun 2006 – 2015 berada pada rentang 5,28 – 12,04 mm, sedangkan jumlah hari hujan ada pada rentang 10,39 – 15,95 hari. Pada tahun 2006 – 2008 menunjukkan adanya penurunan kasus tetapi melonjak pada tahun 2009 dan kasus tertinggi pada kurun waktu tersebut terjadi pada tahun 2010 sebanyak 91,33 kasus. Kasus DBD pada tahun 2011 menurun drastris tetapi kembali naik sampai tahun 2013 dan menurun kembali sampai tahun 2015. Curah hujan dan jumlah hari pada setiap tahun kecuali pada tahun 2010 (sig. > 0,05) mempengaruhi insiden DBD di Kota Tasikmalaya (sig. < 0,05). Curah hujan harian dan jumlah hari hujan mempengaruhi insiden DBD di Kota Tasikmalaya selama 10 tahun terakhir (2006 – 2015).

Full Text:

PDF 14-19

Refbacks

  • There are currently no refbacks.