DILEMA ETIS GAYA HIDUP CASHLESS: ANALISIS DAMPAK PSIKOLOGIS, MANIPULASI DIGITAL, DAN KERENTANAN FINANSIAL GENERASI MUDA INDONESIA
Abstract
Perkembangan teknologi finansial di Indonesia telah mendorong terbentuknya gaya hidup cashless yang semakin masif, khususnya di kalangan Generasi Z dan Milenial. Meskipun fenomena ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi transaksi dan inklusi keuangan, di sisi lain ia memunculkan persoalan psikologis dan etis yang kompleks. Artikel ini bertujuan menganalisis dampak psikologis transaksi non-tunai dan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) terhadap kontrol diri, persepsi nilai uang, serta ketahanan finansial generasi muda Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis kritis terhadap literatur empiris, laporan institusional, dan kerangka teoretis lintas disiplin, termasuk psikologi ekonomi, etika normatif, sosiologi konsumsi, serta maqasid al-shariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa mekanisme cashless secara signifikan menurunkan pain of paying, mendorong perilaku konsumtif impulsif, dan menormalisasi utang konsumtif melalui desain digital yang manipulatif seperti dark patterns dan eksploitasi bias kognitif. Dari perspektif etika, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip deontologis, virtue ethics, dan tujuan perlindungan harta serta kesejahteraan manusia dalam maqasid al-shariah. Artikel ini menegaskan bahwa krisis moral konsumsi digital bersifat sistemik, bukan semata kegagalan individu, serta merekomendasikan integrasi prinsip etika dan literasi keuangan berbasis nilai dalam regulasi, desain teknologi, dan pendidikan finansial generasi muda.
Full Text:
PDFReferences
Aisyah, S., Harahap, M.I., Nurbaiti, N. (2023). The Factors Influencing Behavioural Intention Fintech Lending (Paylater) Among Generation Z Indonesian Muslims and Islamic Consumption Ethics Views.
SYARIAH: Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). (2023). AFTECH Annual Member Survey 2023.
Bank Indonesia (BI). (2024). Laporan Perekonomian Indonesia 2023 & Outlook 2024.
Baudrillard, J. (1970). The Consumer Society: Myths and Structures. Paris: Éditions Denoël.
Budiman, A.M. (2024). Pengaruh Paylater terhadap Perilaku Belanja Impulsif dan Perilaku Belanja Kompulsif pada Generasi Z. Skripsi. Universitas Hasanuddin.
Handika, J.D. (2025). Pengaruh Penggunaan E-Wallet terhadap Perilaku Konsumtif yang Dimoderasi Kontrol Diri (Studi Pada Masyarakat Gen Z di Bandar Lampung). Tesis. UIN Raden Intan Lampung.
Hashim, A.A. bin Meor, Aziz, M.R. Ab, & ... (2025). Unleashing the E-Wallet Enchantment: A Journey Through Maqasid al-Shariah. Dalam Digitalization of Islamic Finance. IGI Global.
Katadata Insight Center. (2024). Laporan Tahunan Perilaku Konsumen Digital Generasi Z & Milenial 2024.
Kredivo. (2024). Indonesia Digital Credit Report 2024.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). Laporan Tahunan Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan 2023.
Prelec, D., & Loewenstein, G. (1998). "The Red and the Black: Mental Accounting of Savings and Debt." Marketing Science, 17(1), 4-28.
Putri, S.A. (2025). Normalitas Baru di Era Digital: Transformasi Moralitas Berutang di Kalangan Generasi Muda dalam Ekosistem Fintech Pay Later. Skripsi. Universitas Nasional.
Putri, V.A., Tartila, L., Nadya, A., & Sari, N. (2025). "Implikasi Buy Now Pay Later (Bnpl) Pada Perilaku Konsumtif Generasi Z Dalam Perspektif Ekonomi Islam." Media Riset Bisnis Manajemen
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Soman, D. (2003). "The Effect of Payment Transparency on Consumption: Quasi-Experiments from the Field." Marketing Letters, 14(3), 173-183.
DOI: https://doi.org/10.37058/prospek.v6i2.17760
Refbacks
- There are currently no refbacks.



