INDEKS KEPUASAN PUBLIK BIDANG PARIWISATA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI WILAYAH PRIANGAN TIMUR

Muhamad Ferdy Firmansyah, Fatimah Zahra Nasution

Abstract


ABSTRACT

Tourism development is inseparable from supporting public policies where the quality of public management is one of the supporting factors for tourism development in a certain area. Meanwhile, tourism activities contribute and support revenues for local and central governments through taxes and the economic benefits they generate. This study aims to evaluate the effectiveness of public management in tourism by raising a case study in the East Priangan region, West Java Province, namely the City of Tasikmalaya, Tasikmalaya District and Ciamis District. This research uses quantitative methods with a tourism consumer survey approach and a survey of renewable concepts to be applied by public policy stakeholders in tourism development in the East Priangan region. The result, survey A got a score of 27.56988 or at grade "D" (unsatisfactory) and survey B got a score of 83.4125 or at grade "A" (very satisfying). Thus, this study recommends a renewable approach in seeing the potential for regional development to formulate various public policies that support regional economic growth.

Keywords: Tourism, Public Management, Policy, Development.

ABSTRAK

Pembangunan pariwisata tidak terlepas dari kebijakan publik yang mendukungnya dimana kualitas manajemen publik menjadi salah satu faktor pendukung pembangunan pariwisata dalam suatu wilayah tertentu. Sementara itu, kegiatan pariwisata memberikan kontribusi dan dukungan pemasukan bagi pemerintah daerah dan pusat melalui pajak dan manfaat ekonomi yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen publik bidang pariwisata dengan mengangkat studi kasus pada Wilayah Priangan Timur, Provinsi Jawa Barat yakni Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei konsumen pariwisata dan survei konsep terbarukan untuk diterapkan oleh pemangku kebijakan publik dalam pembangunan pariwisata di Wilayah Priangan Timur. Hasilnya, survei A mendapatkan skor 27,56988 atau pada grade “D” (tidak memuaskan) dan survei B mendapatkan skor 83,4125 atau pada grade “A” (sangat memuaskan). Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan sebuah pendekatan terbarukan dalam melihat potensi pembangunan daerah untuk merumuskan berbagai kebijakan publik yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kata Kunci: Pariwisata, Manajemen Publik, Kebijakan, Pembangunan.

Full Text:

PDF

References


REFERENSI

Adisasmita, Rahardjo. (2008). Pembangunan Wilayah: Konsep dan Teori. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Altman, G., & Aleksanyan, G. (2016). Sustainability in Tourism: Problems and Some Basic Directions of Sustainable Tourism Management. Геология и география (Geology and Geography), 59-67.

Amaliawaiati, L., & Murni, A. (2019). Ekonomika Mikro. Bandung: Refika Aditama.

Andiani, N. D. (2014). Pengelolaan Wisata Konvensi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (2013). Laporan Hasil Survei "Indeks Kepausan Masyarakat" Pada Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Kulon Progo, Yogyakarta: Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Surakarta. (2018). Laporan Indeks Kepuasan Masyarakat Pemerintah Kota Surakarta Tahun 2018. Surakarta: Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Surakarta.

Batilmurik, R. W., & Lao, H. A. (2016). Pengembangan Model Ekonomi Kreatif bagi Masyarakat di Daerah Objek Wisata Bahari Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN), 1-10.

Bintari, W. D., & Yuniningsih, T. (2017). Analisis Tentang Kepuasan Pengunjung di Taman Margasatwa Semarang. Journal Of Public Policy And Management Review, 1-14.

Creswell, J. W. (2017). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dayanti. (2013). Kontribusi Objek Wisata dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Hukum Islam, 170-176.

Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Buleleng. (2019). Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng. Buleleng: Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Djunaedi, A. (2015). Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota. Yogyakarta: Gadjah Mada Press.

Fitriani. (2018). Pengaruh Sektor Pariwisata, Sektor Industri, dan Sektor Keuangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Pare Pare. Economos: Jurnal Ekonoi dan Bisnis, 44-56.

Fitrianto. (2019). Pengembangan Ekonomi Indonesia Berbasis Wisata Halal. BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 69-80.

Ghani, Y. A. (2017). Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi Pariwisata Berbasis Budaya di Jawa Barat. Jurnal Pariwisata, 22-31.

Hanafi, M. M. (2004). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.

Haynes, E. D. (2016). Paranormal Tourism Study of Economics and Public Policy. Manhattan, Kansas, USA: Department of Landscape Architecture and Regional & Community Planning.

Hidayat, M. (2011). Strategi Perencanaan dan Pengembangan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat). Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal, 33-44.

Indiahono, D. (2009). Kebijakan Publik Berbasis Dynamic Policy Analisys. Yogyakarta: Gava Media.

Irtifah, & Ghufron, M. (2019). Peningkatan Ekonomi Desa Melalui Wisata Alam (Studi Kasus Desa Wonosari Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso). Media Mahardhika, 244-253.

Kartikaningdyah, E. (2012). Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik pada BP2T Kota Tanjungpinang. Jurnal Integrasi, 136-147.

Kozak, M., & Kozak, N. (2015). Tourism Economics: A Practical Perspective. Newcastle, UK: Cambridge Scholars Publishing.

Kuncoro, M. (2010). Ekonomika Pembangunan: Masalah, Kebijakan, dan Politik. Jakarta: Erlangga.

Mankiw, G. (2013). Pengantar Ekonomi Makro: Principles of Econonomics, An Asian Edition-Volume 2. Jakarta: Salemba Empat.

Mankiw, N. G., Quah, E., & Wilson, P. (2014). Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta: Salemba Empat.

Mankiw, N. G., Quah, E., & Wilson, P. (2014). Principles of Economics, An Asian Edition-Volume 2. Jakarta: Salemba Empat.

Martono, N. (2015). Metode Penelitian Sosial: Konsep-Konsep Kunci. Jakarta: Rajawali Pers.

Mudrikah, A., Sartika, D., Ismanto, & Satia, A. (2014). Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap GDP Indonesia Tahun 2004-2009. Economics Development Analysis Journal, 362-371.

Mulyana, E. (2019). Upaya Pemberdayaan Ekonomi, Sosial dan Budaya pada Masyarakat Melalui Pengembangan Bisnis Ekowisata. Business Innovation and Entrepreneurship Journal, 38-43.

Mustapa, H. (2019). Political Regional Tourism in Civil Society Perspective (Profile of Development Strategy of Situ Bagendit Tourism Object, Banyresmi District, Garut Regency, West Java Province). Politicon, 24-50.

Nandi. (2008). Pariwisata dan Pengembangan Sumberdaya Manusia. Geo: Jurnal Pendidikan Geografi, 33-42.

Nugraha, A. R., Perbawasari, S., & Zubair, F. (2017). Model Komunikasi Pariwisata yang Berbasis Kearifan Lokal (Studi Deskriptif Kualitatif di Wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat). Jurnal The Messenger, 231-240.

Octastefani, T., & Kusuma, B. (2015). Peran Pemerintah Kabupaten Malang dalam Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Daerah Melalui Sektor Pariwisata. JKMP, 1-16.

Ompusunggu, V. M., & Munthe, R. (2020). Analisis Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat (Studi Kasus Desa. Regionomic, 45-52.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 - 2025. (t.thn.).

Priambodo, M. P. (2015). Implementasi Kebijakan Ekonomi Pariwisata dan Perwujudan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Batu. Jurnal Ekonomi Studi Pembangunan, 27-34.

Puniawan, I. M., & Sentosa, I. P. (2018). Pengukuran Tingkat Kepuasan Wisatawan yang Berkunjung ke Desa Wisata Blimbingsari Jembrana, Bali. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 120-158.

Rahman, Y., & Nugroho, P. (2015). Perubahan Perilaku Ekonomi Masyarakat Sebagai Dampak Pengembangan Pariwisata Alam Pedesaan: Studi Kasus Pembandu Wisata Air Terjun Nyarai Kecamatan Lubuh Alung, Provinsi Sumatera Barat. Journal of Science and Applicative Technology, 7-18.

Rahmi, N. (2017). Kajian Ekonomi Pariwisata Syariah Kota Banda Aceh. Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis, 577-589.

Rahmi, S. A. (2016). Pembangunan Pariwisata dalam Perspektif Kearifan Lokal. Reformasi, 76-84.

Saputram, N. H., Kholisiah, L., & Nuraini, E. (2019). Potensi dan Prospek Wisata Syariah dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah (Studi Kasus: Kota Bandung). BASKARA: Journal of Business and Entrepreneurship, 93-103.

Sharpley, R. (2009). Tourism Development and The Environment: Beyond Sustainability. London, UK: Earthscan.

Siegel, S. (2011). Statistika Nonparametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Gramedia.

Sinclair, M. T., & Stabler, M. (1997). The Economics of Tourism. New York, USA: Routledge.

Somantri, A., & Muhidin, S. A. (2014). Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.

Statistics Division, Department of Economic and Social Affairs. (2010). International Recommendations for Tourism Statistics. New York, USA: Department of Economic and Social Affairs, United Nations.

Sugiyono. (2007). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sujai, M. (2016). Strategi Pemerintah Indonesia dalam Menarik Kunjungan Turis Mancanegara. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 61-75.

Sukirno, S. (2014). Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sulastri, S., & Pariyanti, E. (2019). Pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung Timur. Jurnal Fidusia, 13-27.

Tangkere, E. G. (2017). Tingkat Kepuasan Pengunjung Terhadap Kualitas Pelayanan Daerah Wisata Puncak Temboan Tomohon. Agri-SosioEkonomi, 35-46.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2003). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Tribe, J. (2004). The Economics of Recreation, Leisure and Tourism. Burlington, MA: Elsevier.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Widagdyo, K. G. (2015). Analisis Pasar Pariwisata Halal Indonesia. The Journal of Tauhidinomics, 73-80.




DOI: https://doi.org/10.37058/wlfr.v1i2.2143

Article Metrics

Abstract view : 379 times
PDF - 308 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.