ANALISIS EFISIENSI TEKNIS KOMODITAS BAWANG MERAH DI KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT

Nurul Risti Mutiarasari, Anna Fariyanti, Netti Tinaprilla

Abstract


Usahatani komoditas bawang merah masih menghadapi beberapa kendala, seperti tingginya harga benih berkualitas baik serta penggunaan input produksi yang tidak efektif, sehingga produksi yang dihasilkan tidak dapat dimaksimalkan. Selain itu, kendala lainnya adalah fluktuasi harga jual komoditas bawang merah, pengetahuan petani yang rendah, ancaman iklim yang tidak dapat dikendalikan, dan penggunaan faktor-faktor produksi yang tidak tepat. Kabupaten Majalengka merupakan salah satu sentra komoditas bawang merah di Jawa Barat. Objek penelitian ini adalah untuk melakukan analisis efisiensi teknis dari usahatani komoditas bawang merah di Kabupaten Majalengka. Responden petani bawang merah ditentukan dengan pendekatan purposive. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 37 petani bawang merah di Kabupaten Majalengka. Metode analisis yang digunakan adalah fungsi roduksi stokastik frontier Cobb-Douglass dan diestimasi menggunakan MLE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani bawang merah efisien secara teknis, dengan nilai efisiensi 0.82 yang menunjukkan bahwa komoditas bawang merah tergolong efisien secara teknis. Oleh karena itu, efisiensi perlu ditingkatkan secara merata pada setiap petani dan hal tersebut harus diperhatikan oleh pemerintah melalui program penyuluhan dan mengubah pola pikir petani mengenai manfaat dalam partisipasi program penyuluhan.

Keywords


Bawang Merah, Efisiensi, Stochastik Frontier, Usahatani

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik [BPS]. 2015. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Bawang Merah Tahun 2010-2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS).

Badan Pusat Statistik [BPS]. 2015. Perkembangan Kebutuhan dan Produksi Bawang Merah di Indonesia 2010-2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS).

Bank Indonesia. 2013. Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK): Budidaya Bawang Merah (Pola Pembiayaan Syariah). Jakarta: Direktorat Kredit, BPR, dan UMKM.

Direktorat Jenderal Hotikultura Kementerian Pertanian. 2014. Draft Petunjuk Umum: Program Peningkatan Produksi dan Produktivitas Hortikultura Ramah Lingkungan Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Farrell, M. J. 1957. The Measurement Of Productive Efficiency. Journal of The Royal Statistical Society. Series A (general), Vol. 120, No. 3, 253-290. Blackwell Publishing for The Royal Statistical Society.

Kementerian Pertanian. April 2012. Buletin Konsumsi Pangan. Voume 4 No. 1.

Kementerian Pertanian. 2013. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Bawang Merah. Jakarta: Agro Inovasi

Kumbakar, S. C dan Lovell Knox C. A. 2000. Stochastic Frontier Analysis. United States of America (USA): Cambridge University Press.

Kurniawan, A. Y. (2008). Analsis Efisiensi Ekonomi dan Daya Saing Usahatani Jagung Pada Lahan Kering di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan [Tesis]. Bogor: Insitut Pertanian Bogor.

Nugroho, Alfian Yunianto. 2013. Analisis Efisiensi Alokatif Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bantul [Skripsi]. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Purmiyanti, S. 2002. Analisis Produksi dan Daya Saing Bawang Merah di Kabupaten Brebes Jawa Tengah [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Rosdiantini, R. 2013. Efisiensi Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bantul [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Sherlund SM, Barrett CB, Adesina AA. 2002. Smallholder technical efficiency controlling for environmental production conditions. Journal of Development Economics 69:85-101.

Tinaprilla, N. 2012. Efisiensi Usahatani Padi Antar Wilayah Sentra Produksi di Indonesia: Pendekatan Stochastic Metafrontier Production Function [Disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.Waryanto, B. 2015. Analisis Keberlanjutan Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur [Disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.