AGROEKOSISTEM LAHAN KERING UNTUK PENGEMBANGAN USAHATANI POLIKULTUR PERKEBUNAN TERINTEGRASI (UTPPT)

Rina Nuryati, Lies Sulistyowati, Iwan Setiawan, Trisna Insan Noor

Abstract


Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan karena penggunaan sumberdaya lahan yang berlebihan dan kurang bertanggung jawab. Usaha ekstensifikasi dihadapkan pada masalah keterbatasan lahan subur, sehingga pengembangan pertanian diarahkan pada lahan kering.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui agroekosistem lahan kering untuk pengembangan UTPPT. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dengan metode survey pada 250 orang petani pelaku UTPPT. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki iklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi, temperatur pada daerah dataran rendah 34°C kelembaban 50 persen, pada daerah dataran tinggi  suhu 18º-22ºC kelembaban 61–73 persen.  Jenis tanah didominasi oleh podzolik yang merupakan tanah yang sangat berisiko tinggi mengalami erosi. Sebagian besar bentang alam Kabupaten Tasikmalaya didominasi oleh bentuk permukaan bumi yang agak curam sampai dengan curam. UTPPT merupakan model usahatani dengan karakteristik unik dapat meminimalisir terjadinya erosi melalui keragaman jenis dan umur tanaman serta keragaman jenis produk dan waktu panen. Keragaman UTPPT menyebabkan diversitas pada lahan meningkat sehingga kondisi ekologi struktur lahan menjadi lebih mantap. Dengan demikian UTPPT dapat berfungsi sebagai pengendali banjir pada musim hujan dan tendon air pada waktu musim penghujan. Meskipun demikian, kemampuan UTPPT untuk meminimalisir kejadian erosi dan banjir perlu didukung oleh faktor lainnya. Hal ini berkaitan dengan masalah hidrologi merupakan masalah yang berhubungan  tata air dan aliran air pada suatu kawasan diantaranya adalah hujan, penguapan, sungai, simpanan air dan sebagainya.

Keywords


Lahan kering, UTPPT, Hidrologi

Full Text:

PDF

References


A.Pudjiharta. 2008. Pengaruh Pengelolaan Hutan Pada Hidrologi (Influences of forest Management on Hydrologi). Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam. Info Hutan Vol. V No. 2 : 141-150,2008.

Ai Dariah dan Irsal Las. 2010. Membalik Kecenderungan Degradasi Sumber Daya Lahan Dan Air. PT. Penerbit IPB Press Kampus IPB Taman Kencana Bogor.

Arsyad S., 1989. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press, Bogor.

Darwis, Valeriana .2008. Keragaan Penguasaan Lahan Sebagai Faktor Utama Penentu Pendapatan Petani. (Dinamika Pembangunan Pertanian dan Perdesaan: Tantangan dan Peluang Bagi Peningkatan Kesejahteraan Petani). Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Erwiyono, R, Wibawa, Pujiyanto, 2006. Perananan Perkebunan Kopi terhadap Kelestarian Lingkungan Produksi Kopi. Hlm 1-10 simposium kopi 2006, Surabaya 2-3 Agustus 2006.

Haeruman , Maman. 2013 Membangun Kedaulatan Pertanian: Perspektif Alternatif untuk Mewujudkan Daya Saing Berkelanjutan. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UNPAD.

Irianto, Ris. 2006. Pembangunan Kebun Rakyat Pola Agroforestri (Hutan Rakyat) Meningkatkan Pendapatan Petani Dan Berwawasan Lingkungan di Kabupaten Kespahiang. Laporan Potensi Pengambangan Kakao di Kabupaten Kespahiang Propinsi Bengkulu.

Kepas. 1998. Pendekatan Agroekosistem pada Pola Pertanian Lahan Kering. Hasil Penelitian di Empat Zona Agroekosistem Jawa Timur. Kelompok Penelitian Agroekosistem, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan The Foundation. Jakarta.

Lisson, S., N. MacLeod, C. McDonald, J. Corfield, B. Pangelly, L. Wirajaswadi, R. Rahman. S. Bahar, R. Padjung, N. Razak, K. Puspadi, Dahlanuddin, Y. Sutaryono, S. Saenong, T. Panjaitan, L. Hadiawati, A. Ash, and L. Brennan. 2010. A participatory, farming system approach to Improving Bali cattle production in the smallholder crop-livestock system of eastern Indonesia. Agricultural Systems 103: 486-497.

Mariyanto, Joko., Rini Dwiastuti dan Nuhfil Hanani, 2015. Model Ekonomi Rumah Tangga Pertanian Lahan Kering Di Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Habitat, Volume 26, No. 2, Agustus 2015, Hal. 108-118.

Rupaidah, Eva. 2008. Tingkat Kekritisan Lahan di Wilayah Pengembangan Selatan Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Geografi Universitas Indonesia, Depok.

Saragih, Jef Rudiantho. 2016. Sistem Usahatani Kopi Arabika Berpelindung dan Multistrata (Agroforestri) sebagai Strategi Konservasi Lahan Kering di Sumatera Utara. Makalah pada Sarasehan Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia oleh Forum DAS Asahan-Toba dengan Fakultas Pertanian Simalungun Taman Eden 100 (Toba Samosir), 17 Juni 2013.

Supriadi, Herman dan Handewi P. Sallem, 2004. Kondisi Sosial Ekonomi Dan Implikasi Kebijakan Terhadap Upaya Pengembangan Pertanian Di lahan Kering Marginal.

Syamsiah, I. dan A.M Fagi. 1997. Teknologi Embung. Sumberdaya Air dan Iklim dalam mewujudkan Pertanian Efisien. Kerjasama Departemen Pertanian dengan Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI).

Syarfi, Ira Wahyuni. 2006. Perkebunan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan. Buletin Nagari Dinamika Nagari Dari Masa Ke Masa. Edisi 11. Unand Padang.

Utami, Sri Rahayu , Bruno Verbist, Meine Van Noordwijk, Kurniatun Hairiah dan Mustofa Agung Sardjono. 2003. Prospek Penelitian dan Pengembangan AGroforestri di Indonesia. BRUNO VERBIST World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Research Office, Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.