ANALISA KARAKTERISTIK KUAT TEKAN BETON Fc’25 MPa DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH GULA MERAH

Nadhif Aprilla Hidayat, Nina Herlina, Rosi Nursani

Abstract


Abstrak

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia terus bertambah. Salah satunya adalah kebutuhan akan bangunan kontruksi, baik berupa sarana umum maupun bangunan pribadi. Ada yang sifatnya primer, sekunder, dan tersier. Hal ini membuat para investor bekerja sama dengan pelaku kontruksi dalam berusaha untuk menjawab tantangan tersebut. Benda uji pada penelitian ini terdiri dari benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan. Jumlah benda uji sebanyak 36 buah yang terdiri dari masing-masing 3 buah benda uji untuk pengujian kuat tekan pada umur 7, 14,dan 28 hari. Persentase bahan tambah gula merah terhadap air sebanyak 1%, 2%, dan 3%. Dari hasil pengujian kuat tekan yang dilakukan, nilai kuat tekan rata-rata pada beton normal umur 7, 14, dan 28 hari sebesar 19,82 MPa, 23,21 MPa, dan 29,63 MPa. Nilai kuat tekan rata-rata umur 28 hari pada beton bahan tambah berbasis gula merah dengan persentase 1%, 2% dan 3% adalah sebesar 25,57 MPa, 22,36 MPa, dan 20,00 MPa, hanya persentas bahan tambah gula merah 2%-3% yang menunjukkan adanya penurunan nilai terhadap beton normal. Nilai tersebut tidak mencapai kuat tekan beton yang direncanakan yaitu 25 MPa. Dapat disimpulkan bahwa bahan tambah gula merah terhadap air tidak direkomendasikan untuk bahan campuran beton karena dapat mengakibatkan kuat tekan pada beton menjadi rendah.

 

Kata Kunci : Beton, gula merah , kuat tekan.

 


Full Text:

PDF

References


Susilorini, Retno, Rr. M.I., dkk., 2008. The Performance Concrete Using Sugar As ‘Green’ Retarder And Accelerator, RAPI VII, 2008.

Sari, Neri P. Olivia, Monita. Djauhari, Zulfikar/ 2017. Kuat Tekan dan Porositas Mortar dengan Bahan Tambah Gula Aren. KN-TSP 2017. P. 267-274

Anonim (1990), SNI 03-1971-1990 Tentang Metode Pengujian Berat isi dan Lepas Agregat.

Anonim (1998), SNI 03-4804-1998 Metode Pengujian Berat isi dan Rongga Udara Dalam Agregat.

Anonim (1990), SNI 03-1971-1990 Tentang Metode Pengujian Kadar Air Agregat Kasar dan Halus.

Anonim (1990), SNI 03-1968-1990 Tentang Metode Pengujian Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar, Pusjatan – Balitbang PU.

Anonim (1991), SNI 03-2417-1991 Tentang Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles. Pusjatan – Balitbang PU.

Anonim (1990), SNI 03-1969-1990 Tentang Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. Pusjatan – Balitbang PU.

Anonim (1996), SNI 03-4141-1996 Tentang Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan Butir – butir Mudah Pecah dalam Agregat. Pusjatan - Balitbang PU.

Anonim (1996), SNI 03-4142-1996 Tentang Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 mm). Pusjatan – Balitbang PU.

Anonim (1992), SNI 03-2816-1992 Tentang Metode Pengujian Kotoran Organik dalam Pasir untuk Campuran Mortar atau Beton.




DOI: https://doi.org/10.37058/aks.v3i1.3555

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini terindeks oleh: