PENENTUAN PERIODE KRITIS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. aggregatum L.) AKIBAT PERSAINGAN DENGAN GULMA DI KABUPATEN SUBANG

Asep Ikhsan Gumelar, Frengky Arya Saputra

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penentuan periode kritis tanaman bawang merah yang diakibatkan oleh persaingan dengan gulma sehingga dapat ditetapkan waktu penyiangan yang paling tepat sehingga dapat diperoleh pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Percobaan dilaksanakan di desa Tenjolaya, kecamatan Kasomalang, kabupaten Subang dengan ketinggian tempat 1.000 m diatas permukaan laut, jenis tanah Andisol, tipe curah hujan termasuk C (agak basah) menurut perhitungan Schmidt dan Ferguson (1951). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari delapan perlakuan, yakni : A. Disiangi 2 Minggu Setelah Tanam;  B. Disiangi 4 Minggu Setelah Tanam; C. Disiangi 6 Minggu Setelah Tanam; D. Disiangi 8 Minggu Setelah Tanam; E. Tanpa disiangi 2 Minggu Setelah Tanam; F. Tanpa disiangi 4 Minggu Setelah Tanam; G. Tanpa disiangi 6 Minggu Setelah Tanam; dan H. Tanpa disiangi 8 Minggu Setelah Tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  periode kritis tanaman bawang merah akibat persaingan dengan gulma adalah 4 hingga 6 Minggu Setelah Tanam.


Keywords


Periode Kritis; Gulma; Bawang Merah

Full Text:

PDF

References


Amir Hamzah Sumintapura dan R. Suratno Iskandar. (1980). Pengantar Herbisida PT. Karya Nusantara. Jakarta.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 2015, RPJM Bidang Pangan dan Pertanian 2015–2019,diunduh 15 Maret 2015, << http://www.bappenas.go.id >.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1981. Komposisi bahan makan. Jakarta.

Dwidjoseputro. D. 1983. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Gramedia. Jakarta.

Firman Bangun 1988. Gulma Lahan Kering dan Pengendaliannya dalam Prosiding Seminar HIGI-UNILA.

Fryer, J. D. dan S. Matsunaka, Soichi. 1988. Penanggulangan Gulma Terpadu. Bina Aksara. Jakarta.

Hendro Sunaryono. 1987. Kunci Bercocok Tanam Sayuran Penting di Indonesia. Penerbit Sinar Baru. Jakarta.

Jody Moenandir. 1985. Weed Control as A Science. John Wiley and Sond Inc. New York.

Latifa, Y.R., M.D. Maghfoer dan E. Widaryanto. 2015. Pengaruh Pengendalian Gulma Terhadap Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Pada Sistem Olah Tanah. Jurnal Produksi Tanaman. 3(4): 311- 320.

Moenandir. 1988. Fisiologi Herbisida. Rajawali. Jakarta.

Moenandir J. 1990. Fisiologi Herbisida (Ilmu Gulma: Buku II) Rajawali Press. Jakarta.

Moenandir, J. 2010. Ilmu Gulma. Universitas Brawijaya Press. Malang.

Nurjannah, U. 2003. Pengaruh Dosis Herbisida Glifosat dan 2,4-D terhadap Pergeseran Gulma Tanaman Kedelai Tanpa Olah Tanah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. 5(1): 27-33.

Pantilu, L.I., F.R. Mantiri, N.S. Ai dan D. Pandiangan. 2012. Respon Morfologi dan Anatomi Kecambah Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merill) terhadap Intensitas Cahaya yang Berbeda. Jurnal Bioslogos. 2(2): 79-87.

Rahmat Rukmana. 1995. Budidaya Bawang Merah. Kanisius. Jogjakarta.

Sandjaja. (2010). Gizi, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Sembodo, D. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Schmid, F. H. and J.H.A Ferguson. 1951. Rainfal Types Based on Wet Dryn Perios Ration for Indonesia With Westren New Guinea Verhandelingen No 156 Kementerian Perhubungan Djawatan Metereologi dan Geofisika. Jakarta.

Sugeng, H. R. 1981. Bercocok Tanam Sayuran. CV. Aneka. Bandung.

Sundaru, M., Mahyuddin, S., Bakar, J. 1976. Beberapa Jenis Gulma pada Padi Sawah. Bogor : Lembaga Pusat Penelitian Pertanian.




DOI: https://doi.org/10.37058/mp.v6i1.2998

Article Metrics

Abstract view : 232 times
PDF - 165 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lihat Statistik Media Pertanian View MyStat

ISSN 2745-8946

Media Pertanian Office:
Agrotechnology Departement, Faculty of Agriculture, Universitas Siliwangi

Phone: 089683432611 / 081222156611
Email: jmedpertanian@unsil.ac.id