UJI DAYA HAMBAT MINYAK DAUN CENGKEH DAN EKSTRAK DAUN PEPAYA TERHADAP CENDAWAN Alternaria solani (Ell. & Mart.) Sorauer PADA TOMAT SECARA IN VITRO

Sintia Dewi Hizrianti, Dedi Natawijaya, Adam Saepudin

Abstract


Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang rentan terserang penyakit. Penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tomat kehilangan hasil hingga mencapai 86% adalah penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh cendawan patogen Alternaria solani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak daun cengkeh dalam menghambat pertumbuhan cendawan A. solani. Percobaan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Januari 2021 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa perlakuan minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065%, 0,08%, dan 0,095% dapat menghambat pertumbuhan miselium cendawan A. solani dengan persentase penghambatan sebesar 100%, sedangkan untuk perlakuan ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 15%, 30% dan 45% secara berturut-turut menunjukkan nilai persentase penghambatan sebesar -9%, 9%, dan 40%. Minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065% menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan miselium cendawan A. solani dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi yang lain.


Keywords


Alternaria solani; Ekstrak Daun Pepaya; Minyak Daun Cengkeh

Full Text:

PDF

References


A’yun, Q., & Laily, A. N. (2015). Analisis fitokimia daun pepaya (Carica papaya L.) di balai penelitian tanaman aneka kacang dan umbi, Kendalpayak, Malang. Prosiding Seminar Nasional Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam, Surakarta, 13 Januari 2015.

Achmad, & Suryana, I. (2009). Pengujian aktivitas ekstrak daun sirih (Piper betle Linn.) terhadap Rhizoctonia sp. secara In vitro. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 20(1), 92–98.

Adhikari, P., Oh, Y., & Panthee, D. R. (2017). Current status of early blight resistance in tomato: An update. International Journal of Molecular Sciences, 18(10), 1–22. https://doi.org/10.3390/ijms18102019

Alma, M. H., Ertaş, M., Nitz, S., & Kollmannsberger, H. (2007). Chemical composition and conte nt of essential oil from the bud of cultivated Turkish clove (Syzygium aromaticum L.). BioResources, 2(2), 265–269.

Andries, J. R., Gunawan, P. N., & Supit, A. (2014). Uji efek anti bakteri ekstrak bunga cengkeh terhadap bakteri Streptococcus mutans secara in vitro. Jurnal e-GIGI, 2(2).

Ardina, Yustine. (2007). Pengembangan formulasi sediaan gel antijerawat serta penentuan konsentrasi hambat minimum ekstrak daun pepaya (Carica papaya linn.). Tesis. Sekolah Farmasi. Institut Teknologi Bandung.

Ariani, K. (2016). Uji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai fungisida alami terhadap jamur Colletotrichum capsici (Syd.) Butler & Bisby penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L .). Skripsi. Jurusan Biologi. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Ariyanti, R., Yenie, E., & Elystia, S. (2017). Pembuatan Pestisida nabati dengan cara estraksi daun pepaya dan belimbing wuluh. Jom FTEKNIK, 4(2), 1–9. https://doi.org/10.13989/j.cnki.05176611.2015.10.011

Arneti, Liswarni, Y., & Edriwilya, R. (2020). Efektivitas Ekstrak daun pepaya secara in vitro terhadap Colletotrichum gloeosporioides penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Jpt : Jurnal Proteksi Tanaman (Journal of Plant Protection), 4(1), 1–10. https://doi.org/10.25077/jpt.4.1.110.2020

Asmaliyah, H., Etik Erna Wati, Utami, S., et al. (2010). Pengenalan tumbuhan penghasil pestisida nabati dan pemanfaatannya secara tradisional. Palembang: Kementrian Kehutanan.

Balafif, F. F., Satari, M. H., & Dhianawaty, D. (2017). Aktivitas Antijamur fraksi air sarang semut myrmecodia pendens pada Candida albicans ATCC 10231. Majalah Kedokteran Bandung, 49(1), 28–34. https://doi.org/10.15395/mkb.v 49n1.984

Balouiri, M., Sadiki, M., & Ibnsouda, S. K. (2016). Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity: A review. Journal of Pharmaceutical Analysis, 6(2), 71–79. https://doi.org/10.1016/j.jpha.2015.11.005

Baskaran, C., Bai, V. R., Velu, S., & Kumaran, K. (2012). The efficacy of Carica papaya leaf extract on some bacterial and a fungal strain by well diffusion method. Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 2(SUPPL2), 658–662.

Bhowmik, D., Kumar, K. P. S., Yadav, A., Srivastava, S., Paswan, S., & Dutta, A. S. (2012). Recent trends in indian traditional herbs Syzygium aromaticum and its health benefits. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 1(1), 6–17.

Bustaman, S. (2011). Potensi pengembangan minyak daun cengkih sebagai komoditas ekspor Maluku. Jurnal Litbang Pertanian, 30(4), 132–139.

Cahyono, B. (2008). Tomat, Usaha Tani dan Penanganan Pasca Panen. Kanisius.

Candrasari, D. S. (2014). Kajian molekuler resistensi Candida albicans terhadap antifungi. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, 1(11), 43–47.

Dadang, & Prijono, D. (2008). Insektisida Nabati: Prinsip, Pemanfaatan dan Pengembangan. Bogor: Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor.

Everhart, C. (2010). The Complete Guide to Growing Tomatoes. Atlantic Publishing Group Inc.

Fauzi’ah, L., & Wakidah, M. (2019). Extraction of papaya leaves (Carica papaya L.) using ultrasonic cleaner. Eksakta, 19(1), 35–45. https://doi.org/ 10.20885/eksakta.vol19.iss1.art

Febriyono, W., & Djatmiko, H. A. (2019). Pengaruh Empat Minyak Atsiri terhadap Jamur Agens Pengendali Hayati. Biofarm, 15(2), 71–79. https://doi.org/ 10.31941/biofarm.v15i2.1195

Gomez, K. A., & Gomez, A. A. (2015). Prosedur statistik untuk penelitian pertanian (Second). UI Press.

Harjana, T. (2009). Pemanfaatan daun pepaya (Carica papaya L.) untuk pertumbuhan dan efeknya pada gambaran histologi usus halus tikus putih (Rattus norvegicus). Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Yogyakarta, 16 Mei 2009.

Hartati, S. Y. (2012). Efikasi formula fungisida nabati terhadap penyakit bercak daun jahe Phyllosticta sp. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 24(1), 42–48.

Hertanti, S. A. (2019). Pengaruh konsentrasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans plat resin akrilik heat cured. Skripsi. Fakultas Kedoketran Gigi. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Irfan, M. (2016). Uji pestisida nabati terhadap hama dan penyakit tanaman. Jurnal Agroteknologi, 6(2), 39. https://doi.org/10.24014/ja.v6i2.22 39

Istifadah, N., & Hakim, N. (2017). kemampuan kompos dan kompos plus untuk meningkatkan ketahanan tanaman tomat terhadap penyakit bercak coklat (Alternaria solani Sor.). Agrikultura, 28(3), 111–117.

Jones, J. B. (2007). Tomato Plant Culture (2nd Edition). CRC Press.

Kalay, A. M., Patty, J., & Sinay, M. (2015). Perkembangan Alternaria solani pada tiga varietas tanaman tomat. Agrikultura, 26(1), 1–6.

Kardinan, A. (2011). Penggunaan pestisida nabati sebagai kearifan lokal dalam pengendalian hama tanaman menuju sistem pertanian organik. Pengembangan Inovasi Pertanian, 4(4), 262–278.

Mahatriny, N. N., Payani, N. P. S., Oka, I. B. M., & Astuti, K. W. (2014). Skrining fitokimia ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang diperoleh dari Daerah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Jurnal Farmasi Udayana, 3(1), 8–13.

Marchese, A., Barbieri, R., Coppo, E., et al. (2017). Antimicrobial activity of eugenol and essential oils containing eugenol: A mechanistic viewpoint. Critical Reviews in Microbiology, 43(6), 668–689. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28346030

Milind, P., & Gurditta. (2011). Basketful benefits of papaya. International Research Journal of Pharmacy, 2(7), 6–12.

Mukerji, K. G. (2004). Fruit and Vegetables Diseases. Kluwer Academic Publishers.

Munif, A., Wiyono, S., & Suwarno. (2012). Isolasi bakteri endofit asal padi gogo dan potensinya sebagai agens biokontrol dan pemacu pertumbuhan. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 8(3), 57–64.

Musta, R., & Nurliana, L. (2019). Studi kinetika efektifitas minyak daun cengkeh (Syzigium aromaticum) sebagai antifungi Candida albicans. Indo. J. Chem. Res., 6(2), 107–114. https://doi.org/10.30598/ /ijcr.2019.6-rus

Nashwa, S. M. A., & Abo-Elyou, K. A. M. (2012). Evaluation of various plant extracts against the early blight disease of tomato plants under greenhouse and field conditions. Plant Protection Science, 48(2), 74–79. https://doi.org/10.17221/14 /2011-pps

Nugroho, A., Heryani, H., Choi, J. S., & Park, H. J. (2017). Identification and quantification of flavonoids in Carica papaya leaf and peroxynitrite-scavenging activity. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 7(3), 208–213. https://doi.org/10.1016/j.apjtb.2016.12.009

Nurdjannah, N. (2004). Diversifikasi penggunaan cengkeh. Jurnal Perspektif, 3(2), 61–70.

Nuryanti, S. (2017). Aktivitas antifungi sari daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap Candida albicans. As-Syifaa, 09(02), 137–145.

Nwinyi, Chukwuemeka, O., & Busola Anthonia, A. (2010). Antifungal effects of pawpaw seed extracts and papain on post harvest Carica papaya L. fruit rot. African Journal of Agricultural Research, 5(12), 1531–1535.

Oktofani, L. A., & Suwandi, J. F. (2019). Potensi tanaman pepaya (Carica papaya L.) sebagai antihelmintik. Majority, 8(1), 246–250.

Pereira, F. D. O., Mendes, J. M., & Lima, E. D. O. (2013). Investigation on mechanism of antifungal activity of eugenol against Trichophyton rubrum. Medical Mycology, 51(5), 507–513. https://doi.org/10.3109/13693786.2012.742966

Pratiwi, L., Rachman, M. S., & Hidayati, N. (2016). Ektraksi Minyak atsiri dari bunga cengkeh dengan pelarut etanol dan n-heksana. University Research Colloquium, 2, 655–661.

Purnomo, D. (2008). Aplikasi getah dua genotipe pepaya betina sebagia biofungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa (Colletotrichum capsici (Syd.) Bult. Et. Bisby) pada cabai merah besar (Capsicum annum L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Qur’ani, H. (2019). Formulasi sediaan anti jerawat ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dalam bentuk gel. Skripsi. Universitas Katolik Widya Mandala. Surabaya.

Radilla, Nada. (2019). Uji efektivitas minyak atsiri kunyit dan cengkeh dalam penghambatan patogen Botryodiplodia sp. secara in vitro. Skripsi. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Ragasa, C., & Tsai, P. (2009). Antimicrobial terpenoids from Erigeron sumatrensis. NRCP Research Journal, 10(1), 27–32.

Ramadhona, R. (2016). Efektivitas ekstrak daun pepaya dalam pengendalian kutu daun pada fase vegetatif tanaman terung. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu.

Rana, I. S., Rana, A. S., & Rajak, R. C. (2011). Evaluation of antifungal activity in essential oil of the Syzygium aromaticum (L.) by extraction, purification and analysis of its main component eugenol. Brazilian Journal of Microbiology, 42(4), 1269–1277.

Ravikumar, M. C., Singh, H., & Garampalli, R. H. (2016). Comparative evaluation of long-term storage techniques on viability and virulence of Alternaria solani. Journal of Taibah University for Science, 10(4), 607–613. https://doi.org/10.1016/ j.jtusci.2015.12.008

Roy, C. K., Akter, N., Sarkar, M. K. I., et al. (2019). Control of early blight of tomato caused by Alternaria solani and screening of tomato varieties against the pathogen. The Open Microbiology Journal, 13(1), 41–50. https://doi.org/ 10.2174/1874285801913010041

Saenong, M. S. (2016). Tumbuhan Indonesia potensial sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan hama kumbang bubuk jagung (Sitophilus spp.). Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 35(3), 131–142. https://doi. org/10.21082/jp3.v35n3.2016.p131-142

Salma, Arina. (2020). Uji daya hambat minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap cendawan patogen pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.) secara in vitro. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Siliwangi. Tasikmalaya.

Santoso, A. B. (2018). Upaya mempertahankan eksistensi cengkeh di Provinsi Maluku melalui rehabilitasi dan peningkatan produktivitas. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 37(1), 26–32.

Setiaji, A. (2009). Efektifitas ekstrak daun pepaya Carica papaya L. untuk pencegahan dan pengobatan ikan lele dumbo Clarias sp. yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Setiawan, H., & Oka, A. A. (2015). Pengaruh variasi dosis larutan daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas hama kutu daun (Aphis craccivora) pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) sebagai sumber belajar biologi. BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi), 6(1), 54–62. https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v6i1.158

Setiawan, W. (2019). Kolonisasi dan cara kerja Aureobasidium pullulans Dmg 30 DEP dalam Pengendalian Hayati Penyakit Bercak Cokelat pada Tanaman Tomat. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Shahin, E. A., & Shepard, J. F. (1979). An efficient technique for inducing profuse sporulation of alternaria species. Phytopathology, 69(6), 618–620.

Singkoh, M., & Katili, D. Y. (2019). Bahaya pestisida sintetik (sosialisasi dan pelatihan bagi wanita kaum ibu Desa Koka Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa). JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia, 1(1), 5–12.

Sopialena, Sofyan, A., & Alfansuri, A. R. (2017). Potensi penggunaan jamur Gliocladium virens M. untuk mengendalikan penyakit bercak coklat pada tanaman tomat (Lycopersicum esculentum L.). Prosiding Seminar Nasional, "Pengelolaan, Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik (SDG) Pertanian dan Peternakan untuk Mendukung Ketersediaan Pangan yang Berkelanjutan". Samarinda, 6-7 November 2017.

Suhartini, Suryadarma, I., & Budiwari. (2017). Pemanfaatan pestisida nabati pada pengendalian hama Plutella xylostella tanaman sawi (Brassica juncea l.) menuju pertanian ramah lingkungan. Jurnal Sains Dasar, 6(1), 36–43. https://doi.org/10.21831/jsd.v6i 1.12998

Suleiman, M. N. (2010). Fungitoxic activity of neem and pawpaw leaves extracts on Alternaria solani, causal organism of yam rots. Advances in Environmental Biology, 4(2), 159–161.

Syamsuddin, Ilyas, S., Manohara, D., & Sudarsono. (2007). Efektifitas daya hambat minyak nabati terhadap pertumbuhan koloni beberapa patogen terbawa benih cabai secara in vitro. Agrista, 11(2), 81–91.

Talahatu, D. R., & Papilaya, P. M. (2015). Pemanfaatan ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L .) sebagai herbisida alami terhadap pertumbuhan gulma rumput teki (Cyperus rotundus L.). Biopendix, 1(2), 160–170.

Tampubolon, K., Sihombing, F. N., Purba, Z., et al. (2018). Potensi metabolit sekunder gulma sebagai pestisida nabati di Indonesia. Kultivasi, 17(3), 683–693. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v17i3.18049

Towaha, J. (2012). Manfaat eugenol cengkeh dalam berbagai industri di Indonesia. Perspektif, 11(2), 79–90.

Wahyuni, Nunik. (2004). Respon Alternaria solani, penyebab penyakit bercak coklat pada tomat, terhadap ekstrak daun cengkeh dan pala secara in vitro. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Widhayasa, B., Sastrahidayat, I. R., & Syamsuddin, D. (2014). Perkecambahan jamur Alternaria solani dan infeksinya pada sembilan varietas tomat. Hpt, 2(3), 102–108.

Zulkipli, S., Marsuni, Y., & Rosa, H. O. (2018). Uji lapangan beberapa pestisida nabati untuk menekan perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar. Proteksi Tanaman Tropika, 1(02), 32–34.




DOI: https://doi.org/10.37058/mp.v6i1.3011

Article Metrics

Abstract view : 476 times
PDF - 279 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lihat Statistik Media Pertanian View MyStat

ISSN 2745-8946

Media Pertanian Office:
Agrotechnology Departement, Faculty of Agriculture, Universitas Siliwangi

Phone: 089683432611 / 081222156611
Email: jmedpertanian@unsil.ac.id