BANDINGAN ANALISIS COST BUDGET PLAN MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN METODE BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) 5D DALAM PEKERJAAN STRUKTURAL (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Indramayu)

Muhammad Lutfi Nur Arifin, Permana Hendrawangsa, Novia Komala Sari

Abstract


Metode perhitungan konvensional pada umumnya masih menggunakan perhitungan volume manual. Metode tersebut kurang efektif dan memakan waktu cuku lama. Implementasi Building Information Modeling (BIM)  dalam industri konstruksi dapat meningkatkan efisiensi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proyek, terutama dalam penjadwalan dan estimasi biaya. BIM memberikan solusi untuk mengelola proyek yang dinamis, penuh risiko, dan tidak pasti, serta mengurangi terjadinya CCO. Pada proyek pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Tahap II Politeknik Negeri Indramayu ini dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2021 sampai 30 Juni 2021 mengalami CCO dikarenakan keterlambatan pada minggu ke-11. Proyek tersebut direncanakan dengan menggunakan metode konvensional sehingga terjadi keterlambatan, dikarenakan ketidakakuratan dalam perencaanan dan perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan anggaran biaya dengan menggunakan metode konvensional dan membandingkannya dengan penerapan BIM 5D dalam pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu di Politeknik Negeri Indramayu, khususnya dalam pekerjaan struktural. Perangkat lunak dalam penerapan BIM ialah Cubicost TAS digunakan untuk perhitungan jumlah pekerjaan struktural, sedangkan Cubicost TRB digunakan untuk perhitungan kebutuhan tulangan.  Analisis data ini mengonversi gambar 2D menjadi model 3D. Selanjutnya, analisis data melibatkan penjadwalan dan estimasi biaya berdasarkan hasil perhitungan jumlah pekerjaan model 3D. Hasil dari pemodelan BIM untuk penjadwalan menggunakan software Microsoft Project menunjukan bahwa proyek dapat selesai dalam 17 minggu atau 116 hari dan perhitungan jumlah pekerjaan menunjukkan estimasi biaya Rp9.681.945.607,50 untuk pekerjaan struktural. Perbedaan dalam estimasi biaya total sekitar 5%, dengan selisih sebesar Rp418.415.427,56.

 

Kata kunci: Building Information Modeling, Estimasi Biaya, Volume.


Full Text:

PDF

References


Novita, R. D., & Pangestuti, E. K. Quantity Take Off Analysis and Cost Budget Plan Using Building Information Modeling (BIM) Method Using Autodeks Revit 2019 Software. Dinamika TEKNIK SIPIL, 14(Juli), 27–31. 2021.

Pantiga, J., & Soekiman, A. Kajian Implementasi Building Information Modeling (BIM) Di Dunia Konstruksi Indonesia Magister Manajemen Proyek Konstruksi, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Rekayasa Sipil, 15(2), 104–110. 2021.

Rayendra, & Soemardi, B. W. Studi Aplikasi Teknologi Building Information Modeling Untuk Pra-Konstruksi. Simposium Nasional RAPI XIII, 13, 14–21. 2014.

C. Eastman, P. Teicholz, R. Sacks, and K. Liston, BIM Handbook: A Guide to Building Information Modeling for Owners, Managers, Designers, Engineers, and Contractors, Second. Hoboken: Jhon Wiley & Sons, Inc. [Online]. Available: www.EngineeringBooksPdf.com.

D. Laorent, P. Nugraha, and J. Budiman, “Analisa Quantity Take-Off Dengan Menggunakan Cubicost,” Dimens. Utama Tek. Sipil, vol. 6, no. 1, pp. 1–8, 2019, doi: 10.9744/duts.6.1.1-8.

Husen, Manajemen Proyek: Perencanaan, Penjadwalan & Pengendalian Proyek, Revisi.Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2011.

R. E. Westney, The Engineer’s Cost Handbook. New York: Marcel Dekker, Inc., 1997.




DOI: https://doi.org/10.37058/aks.v5i2.10160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini terindeks oleh: