Kopi Es Tak Kie dalam Jejak Wisata Kuliner Masyarakat Jakarta Tahun 19271976
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adi, W. (2013). BATAVIA 1740Menyisir Jejak Betawi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ariwibowo, A. (2019). Perkembangan Budaya Kosmopolitan di Batavia
-1942. Handep, 3(1), 55-74.
Ariwibowo, G. A. (2016). Budaya Makan di Luar Rumah di Perkotaan Jawa pada
Periode Akhir Kolonial. Kapata Arkeologi, 12(2), 199-212.
Bhudiharty, S. (2019). Analisis Potensi Daya Tarik Wisata Gastronomi di Kawasan Petak
Sembilan Glodok, Jakarta Barat. Jurnal Industri Pariwisata, 1(2), 106-113.
Fatimah, T. (2014). Sejarah Kawasan Pecinan Pancoran-Glodok Dalam Konteks
Lokalitas Kampung Kota Jakarta. Karya Ilmiah Dosen, 3-129.
Gottschalk, L. (2008). Mengerti Sejarah. Jakarta: UI-Press
Gumulya, D., & Helmi, I. S. (2017). Kajian Budaya Minum Kopi Indonesia. Jurnal Dimensi
Seni Rupa dan Desain, 13(2), 153-172.
Lilananda, R.P. 1998. Inventarisasi Karya Arsitektur Cina di Kawasan Pecinan Surabaya.
Penelitian. Tidak Dipublikasikan. Surabaya: Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UK Petra.
Lombard, Dennys. 1990. Nusa Jawa: Silang Budaya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Mirawati, I. 2012. Kependudukan Masa Kolonial Dalam Sumber Arsip. Majalah Arsip
(58), hlm. 16.
Nur Rahma, M. (2017). Etika Konfusianisme Pedagang Keturunan Cina: Studi Kasus Kedai
Kopi Es Tak Kie ???? di Wilayah Glodok. Skripsi tidak diterbitkan. FS: Universitas Darma Persada.
Oktafarel, K. M., dkk. (2021). Indonesian Coffee Culture and Heritage: Demystifying the
Heritage Value of Coffee Shopsinside Historical Buildings in Jakarta and Bandung. Local Wisdom: Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 13(1), 51-66.
Prasetyo, T. (2020). Gastronomi Kuliner Peranakan Non-Halal di Glodok, Jakarta. Jurnal
Industri Pariwisata, 3(1), 36-45.
Prasetyo, Y., FX. Wartoyo. (2013). Perkembangan Modernisasi dalam Gaya Hidup dan
Politik Elite Tionghoa Batavia 1900-1942. Surakarta: Yuma Pustaka.
Rianto, R., Jenny. (2021). The Potential of The Development of The Pecinan Glodok Area
of Nine Places as A Cultural Tourism in China. Jurnal Hospitality dan Pariwisata, 7(1) 44-57.
Santoso, J. (2009). The Fith Layer of Jakarta. Jakarta: Graduate Program of Urban
Planning Centropolis Tarumanagara University.
Utama, W. S. (2007). Kehidupan Sosial-Budaya Masyarakat Tionghoa di Batavia
an-1930an. Lembaran Sejarah, 9(1), 19-38.
Utomo, I. (2020). Depresi Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Rakyat terhadap Pemerintah
Kolonial 1930-1936. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 14(1), 62-75.
Wibowo, A. (2012). Gaya Hidup Masyarakat Eropa di Batavia Pada Masa Depresi
Ekonomi (1930-1939). Skripsi diterbitkan. Depok: FIB-UI.
Widayati, dkk. 2003. Permukiman Cina di Jakarta Barat (Gagasan Awal Mengenai
Evaluasi SK Gubernur No. 475/1993). Jurnal Kajian Teknologi. 5 (1): 1-24.
Winarno, W., dkk. (2020). Gagasan Kewarganegaraan Indonesia Dalam Perspektif
Sejarah. Humanika, 27(2), 184-199.
Wawancara:
Wawancara dengan Narasumber Penerus Ketiga Usaha Kopi Es Tak Kie.
Bapak Latif Yulus/Ayauw (71 tahun)
Pada tanggal 22 mei 2021
Internet:
Kopi Es Tak Kie. [Online]. Diakses dari: http://www.kopiestakkie.com/
IMS - Kedai kopi es Tak Kie dari tahun 1927 di Glodok. [Online]. Diakses dari: https://www.youtube.com/watch?v=4_B6K2KOS2I
Mencicipi Kopi Es Tak Kie yang Legendaris. [Online]. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=26PxCAWlCVE&t=460s)
DOI: https://doi.org/10.37058/bjpsis.v8i1.17072
Refbacks
- There are currently no refbacks.
BIHARI is Indexed by
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH