Proyek Mercusuar Bung Karno: Antara Prestise dan Beban Ekonomi di Era Demokrasi Terpimpin 1959-1960

Wulandari Wulandari, Eko Ribawati

Abstract


Penelitian ini membahas Proyek Mercusuar pada masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965) sebagai bagian dari strategi politik dan ideologi Presiden Soekarno dalam menampilkan Indonesia sebagai bangsa besar dan berdaulat di kancah internasional. Melalui pembangunan monumental seperti Monumen Nasional (Monas), Stadion Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, dan penyelenggaraan GANEFO, Soekarno berupaya meneguhkan posisi Indonesia sebagai pusat kekuatan baru dunia ketiga serta memperkuat identitas nasional melalui simbol-simbol kebesaran bangsa. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menelaah berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen sejarah untuk memahami makna politik, sosial, dan ekonomi di balik proyek-proyek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proyek Mercusuar memiliki dua sisi: sebagai simbol prestise kebangsaan yang membangkitkan rasa nasionalisme dan kepercayaan diri bangsa, sekaligus sebagai beban ekonomi yang memperberat kondisi keuangan negara akibat pembiayaan besar dan inflasi tinggi pada masa itu. Namun demikian, proyek-proyek tersebut memberikan kontribusi penting terhadap pembentukan jati diri nasional dan warisan sejarah Indonesia, karena mencerminkan keberanian politik Soekarno dalam membangun citra bangsa di tengah dinamika global.

Kata kunci: Proyek Mercusuar, Soekarno, Demokrasi Terpimpin, Prestise kebangsaan, Beban Ekonomi.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.37058/bjpsis.v8i2.17222

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


BIHARI is Indexed by

Indeks Google ScholarGaruda