Peran Perempuan Dalam Mempertahankan Identitas Adat di Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya

Taufik Nurohman, Fitriyani Yuliawati, Wiwi Widiastuti

Abstract


This article will explain how the role of indigenous women in maintaining traditional identity, including values and traditions. Women in indigenous communities in Indonesia are very interesting to explain, one of which is about the role of women in maintaining traditional identity in their respective customary communities as applies to the indigenous people of Kampung Naga, Tasikmalaya Regency. Although the women of Kampung Naga live in a patriarchal culture, as is the case with the culture of indigenous peoples in West Java in general, Kampung Naga women play an important role in the existence of adat in Kampung Naga. In terms of revitalizing traditional values and behavior patterns, Kampung Naga women carry out their role in educating their offspring to always adhere to customary values, including in terms of the livelihood system, housing system and how to dress. In addition, the women of Kampung Naga also play an important role in every implementation of Hajat Sasih. In terms of revitalizing physical culture, indigenous women continue to carry out their daily lives by remaining obedient in the use of household tools inherited from their ancestors.

Keywords


Indigenous Women, Identity, Traditional Values

References


Agung, Subhan, 2017, Pemerintahan Asli Masyarakat Adat Studi Kepemimpinan di Lembah Timur Ciamis, Yogyakarta: Deepublish

Anas, S. , Dewi, S.F dan Indrawadi, J. (2019). Faktor-Faktor Penyebab Konflik Tanah Ulayat Antara Peladang Pendatang VS Masyarakat Adat di Desa Tamiai Kabupaten Kerinci. Sosio Reflektif, 14 (1), 131-150

Armiyati, Laely dan Qodariah Lelly. (2013). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Naga sebagai Alternatif Sumber Belajar. Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 10 (1), 10-20

Anugerah, Astrid. (2009). Keterwakilan Perempuan dalam Politik, Jakarta: Pancuran Alam.

Budiman, Arief. (1981). Pembagian Kerja secara Seksual: Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di dalam Masyarakat, Jakarta: PT Gramedia.

Erika. (2018). Konflik Pembebasan Lahan di Wilayah Tanah Adat Masyarakat Hukum Adat Dalam Konsesi Pertambangan Mineral dan Batubara. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 4 (2), 1 – 14

Esten, Mursal. (1999). Kajian Transformasi Budaya. Bandung: Angkasa.

Fakih, Mansour. (2010). Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Farakhiyah, Rachel dan Irfan Maulana. (2019). Eksistensi Masyarakat Adat Tergerus Oleh Kebutuhan Zaman; Studi Analisis Konflik Masyarakat Adat Sunda Wiwitan di Kuningan yang Terusir dari Tanah Adatnya Sendiri dengan Teori Identitas. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 1 (1), 44-54

Fauzia, Amelia, dkk. (2004). Tentang Perempuan Islam: Wacana dan Gerakan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama dan PPIM UIN.

Fibrianto, A.S. (2016). Kesetaraan Gender Dalam Lingkup Organisasi Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta Tahun 2016. Jurnal Analisa Sosiologi, 5 (1), 10-27

Gaol, Heru SL dan Hartono, Rizky N. (2021). Political Will Pemerintah terhadap Pengelolaan Hutan Adat Sebagai Upaya Penyelesaian Konflik Agraria. Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 7 (1), 42-56

Hayati, W., Andini, Y dan Rahimah, S. (2017). Sensitivitas Gender dalam Organisasi Kemahasiswaan di IAIN Antasari Banjarmasin. Jurnal Studi Gender dan Anak, 4 (2), 101-112

Irianto, Sulistyowati. (2006). Perempuan dan Hukum: Menuju Hukum yang Berperspektif Kesetaraan dan Keadilan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Nurrohman dan Hannan. (2017). Islam dan Kearifan Lokal: Perspektif Teologis Hubungan antara Agama dan Budaya di Kampung Naga, Jurnal al-Tsaqafa, 14 (2), 383-395

Prastiwi, I.L.R dan Rahmadanik, D. (2020). Polemik Dalam Karir Perempuan Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Media, 4 (1), 1-11

Rahman, Ratnah. (2017). Konflik Masyarakat Dengan Pemerintah (Studi Sengketa Tanah Adat). Sosioreligius, III (1), 41-48

Santika, Syafrizal dan Resdati. (2022). Konflik Tanah Sakai di Kampung Mandiangin Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1 (7), 1821-1828

Selvira, Pebby dan Utomo Prio. (2021). Gender Discourses Analisys: Representasi Bias Gender dan Pengaruhnya Pada Buku Ajar Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidai’yah, Equalita, 3 (2), 155-168

Soekanto, Soerjono. (1987). Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Rajawali.

Sulaiman, Munandar dan Homzah Siti. (2010). Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Perspektif Gender. Sulaiman, Munandar dan Homzah Siti (ed). Kekerasan Terhadap Perempuan: Tinjauan Dalam Berbagai Disiplin Ilmu dan Kasus Kekerasan (pp. 15-31). Bandung: Refika Aditama




DOI: https://doi.org/10.37058/jipp.v11i2.15346

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Taufik Nurohman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

JIPP is Indexed by

 Google Scholar Google Scholar

 

View My Stats