Connective Action dalam Gerakan Mahasiswa: Studi Kasus Aksi Demonstrasi Mahasiswa Indonesia Pada September 2019
Abstract
Pasca reformasi 1998 gerakan mahasiswa di Indonesia leluasa melakukan protes karena dijamin oleh konstitusi. Kemajuan teknologi semakin membuat gerakan mahasiswa tampil lebih kreatif dan melibatkan ragam elemen dengan memanfaatkan media sosial. Pada September 2019 terjadi serangkaian aksi demonstrasi mahasiswa yang berpusat di depan Gedung DPR RI. Bukan hanya masif di lapangan (offline), aksi juga masif terjadi di media sosial (online). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun instumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data adalah melalui wawancara dan studi literatur. Mengacu pada teori Bennet dan Segerberg (2013) tentang connective action, penelitian ini menemukan bahwa telah terjadi koneksi pada aksi demonstrasi mahasiswa September 2019 dengan aksi digital dalam bentuk personal action frame. Akun-akun Twitter yang teridentifikasi terlibat dalam percakapan di media sosial mengekspresikan sikap personal mereka melalui ragam bentuk, mulai dari foto, video, maupun poster. Semua akun tersebut disatukan dan membentuk satu kluster bersama melalui tagar dan narasi yang sama, yaitu menolak RKUHP, revisi UU KPK dan RUU lainnya yang dianggap bermasalah. Aksi demonstrasi mahasiswa September 2019 termasuk dalam tipologi organizationally-enabled action karena bukan hanya terjadi masif di lapangan (offlone), melainkan terjadi juga secara hybrid di media digital (online). Struktur formal yaitu Aliansi Mahasiswa Indonesia berperan mengoordinasikan aksi di lapangan, sekaligus media sosial telah membuka partisipasi yang luas dari berbagai kalangan untuk terlibat aksi. Namun demikian, masifnya aksi digital yang terjadi bukan merupakan desain dari gerakan mahsiswa, melainkan terjadi secara organik dan natural.
Kata kunci: Aksi demonstrasi, connective action, personal action frame, organizationally-enabled action
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Bennet, W. Lance dan Alexandra Segerberg. (2013). The Logic of Connective Action: Digital Media and the Personalization of Contentious Politics. Cambrige University Press.
Creswell, J. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (3rd ed.). Los Angeles: Sage.
Edwards, Bob dan Patrick F. Gillham. (2013). Resource Mobilization Theory, dalam David A. Snow (eds.), The Wiley-Blackwell Encyclopedia of Social and Political Movements. Oxford: Blackwell Publishing Ltd.
Fahmi, Ismail. (2019). Fix Semua Menolak RUU KUHP. (https://pers.droneemprit.id/fix-semua-menolak-ruu-kuhp/ diakses 27 Mei 2022).
Fahmi, Islmail. (2019). GenZ/K-Poppers, Mahasiswa, Aktivis dan Oposisi Semua Bersuara: Analisis Tagar-Tagar Kritikan dan Dukungan. (https://pers.droneemprit.id/untitled-8/, diakses 31 Mei 2022).
Hasanah, Arum Nur. (2007). Transformasi Gerakan Sosial di Ruang Digital. Jurnal Pendidikan Sosiologi.(http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/societas/article/viewFile/9126/8797 diakses 15 Juni 2021).
Husin, Luthfi Hamzah. (2014). Gerakan Mahasiswa Sebagai Kelompok Penekan: Studi Kasus Keluarga Mahasiswa UGM dari Masa Orde Lama hingga Pasca-Reformasi. Yogyakarta: Penerbit PolGov.
Idhom, Addi M. (2019). Penyebab Demo Mahasiswa Hari Ini dan Respon Jokowi Soal RUU KUHP. (https://tirto.id/penyebab-demo-mahasiswa-hari-ini-dan-respons-jokowi-soal-ruu-kuhp-eiAV diakses 17 Mei 2022).
Khan, Zareen T. (2020). Toolkit for a Successful Movement: Digital Tools in Taiwan’s Sunflower Movement. The SAIS Review of International Affairs. (https://saisreview.sais.jhu.edu/toolkit-for-a-successful-movement-digital-tools-in-taiwans-sunflower-movement/ diakses 28 Maret 2021).
LBH Jakarta. (2019). Catatan Akhir Tahun 2019: Reformasi Dikorupsi, Demokrasi di Represi. Jakarta: LBH Jakarta.
Lokataru Foundation. (2020). Babak Belur di Kampus Sendiri. (https://lokataru.id/wp-content/uploads/2020/02/modul-sejarah-DO-2.pdf diakses 14 Juni 2022).
Muflihah, Nadiatul. et al. (2019). Efektivitas Line Group dalam Mendorong Gerakan Mahasiswa Melek Politik. Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi (Komuniti), Vol 11, No.2 September 2019.
Nursahid, Wijayanto dan Fajar. (2019). Masalah-Masalah Demokrasi Kita Hari Ini. (https://news.detik.com/kolom/d-4650749/masalah-masalah-demokrasi-kita-hari-ini diakses 14 Juni 2022).
Robet, Robertus. (2020). Civil Society after #ReformasiDikorupsi. (https://indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au/civil-society-after-reformasidikorupsi/ diakses 16 Maret 2021).
Setiawan, Tri Susanto. (2019). Aksi Awkarin Terjun ke Tengah Demo Mahasiswa. (https://www.kompas.com/hype/read/2019/09/24/195015466/aksi-awkarin-terjun-ke-tengah-demo-mahasiswa-di-gedung-dpr?page=all diakses 31 Mei 2022).
Scherman, Andrés. et al. (2014). Student and Environmental Protest in Chile: The Role of Social Media. Political Studies Association. Volume 35, Issue.2.
Tim Peneliti KANOPI FEB UI dan KSM Eka Prasetya UI. (2019). Dibalik Aksi Demonstrasi Mahasiswa: Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Politik. Jurnal KSM Eka Prasetya UI Volume 1, No. 1.
Wasisto, Aryo dan Prayudi. (2019). Gerakan Mahasiswa dan Upaya Mengurai Polemik Tuntutan. Bidang Pemerintahan Dalam Negeri DPR RI. Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis, Vol. XI. No. 19/I/Pulsit.
(2019). Ini Poin-Poin yang Dinilai Melemahkan dalam Revisi UU KPK. (https://www.cnbcindonesia.com/news/20190917122059-4-99992/ini-poin-poin-yang-dinilai-melemahkan-dalam-revisi-uu-kpk diakses 13 Mei).
(2019). Menristekdikti Minta Rektor Cegah Mahasiswa Turun Ke Jalan, (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190926132947-20-434266/menristekdikti-minta-rektor-cegah-mahasiswa-turun-ke-jalan diakses 14 Juni 2022).
Hasil Wawancara
Wawancara dengan Muhammad Busyro Fuad (Manager Advokasi ELSAM) pada 17 Maret 2022.
Wawancara dengan M. Abdul Basit (Koordinator Lapangan Aksi/Ketua BEM UNJ 2019) pada 22 Oktober 2021.
Wawancara dengan Arif Maulana (Direktur LBH Jakarta) pada 15 Maret 2022.
Wawancara dengan Manik Marganamahendra (Ketua BEM UI) pada 29 Januari 2022.
Wawancara dengan Dinno Ardiansyah (Presiden Mahasiswa Trisakti 2019-2020) pada 29 Maret 2022.
Wawancara dengan Royyan Abdullah Dzakiy (Presiden KM ITB 2019) pada 8 November 2021.
Wawancara dengan Ghozi Basyir Amirullah (Koordinator Media BEM SI) pada 22 Oktober 2021.
Wawancara dengan Dahnil Anzar Simanjuntak pada 30 Maret 2022.
Wawancara dengan Said Didu pada 16 Maret 2022.
DOI: https://doi.org/10.37058/jipp.v12i1.5313
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Rangga Kusumo, Aditya Perdana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View My Stats




