Otonomi Daerah : Gerbang Menuju Negara Federasi?

Ahmad Sholikin

Abstract


Pilihan untuk menerapkan gagasan otonomi yang seluas-luasnya, otonomi  khusus, dan federasi sama-sama dapat diharapkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia seperti saat ini. Tetapi pilihan mana yang menjadi terbaik seyogyanya harus dilihat dalam konteks kebutuhan bangsa kita dewasa ini. Oleh karena itu, janganlah kita bersikap secara mutlak dan apalagi saling mengancam
seakan-akan perahu republik pasti pecah jika negara kesatuan dirubah menjadi federasi ataupun jika dipertahankan mati-matian sebagai negara kesatuan. Biarlah pilihan-pilihan tersebut dimengerti dulu secara luas, baru kemudian orang siap untuk menetapkan pilihan rasional. Dalam pandangan penulis baik negara kesatuan maupun negara federasi sama-sama mengandung kelebihan dan kelemahan. Karena itu, yang
pertama harus mendapat perhatian adalah soal jaminan keadilan yang dapat tumbuh  dan berkembang di dalam salah satu dari kedua bentuk negara itu, dan yang kedua  adalah soal jaminan integrasi nasional untuk mengatasi gejala disintegrasi nasional yang merebak akhir-akhir ini.

Keywords


otonomi daerah; desentralisasi; demokrasi; negara federasi;

References


Abdullah, Rozali. 2000. Pelaksanaan Otonomi Luas dan Isu Federalisme

Sebagai Suatu Alternatif. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Asshiddiqie, Jimly. 2001. Pengaturan Pemikiran Undang-Undang

Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. The Habibie Center. Jakarta.

Barendt, Eric. 1998. An Introducion to Constitutional Law. Oxford University Press. New York.

Basri, Faisal H. Tantangan dan Peluang Otonomi Daerah, dalam: Indra J.

Pilliang dkk (eds.) 2003. Otonomi Daerah: Evaluasi dan Proyeksi,

Divisi Kajian Demokrasi Lokal Yayasan Harkat Bangsa. Jakarta.

Bennett, Walter Hartwell. 1964. American Theories of Federalism. University

of Alabama Press. Alabama. Budisetyowati, Dwi Andayani. 2004 Keberadaan Otonomi Daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disertasi Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Jakarta.

Daniel J. Elazar.1999. hlm. 40. Lihat juga: Jutta Kramer, Introduction, dalam: Federalism and Civil Societies (An International Symposium), Jutta

Kramer dan Hans-Peter Schneider (eds.), Nomos Verlagsgesellschaft,

Baden-Baden, Diamond, Larry. “How is Indonesia’s democracy doing?â€, East Asia Forum, October 26th, 2009, diunduh dari http://www.eastasiaforum.org/.

Elazar, Daniel Judah. 1987. Exploring Federalism. Alabama: The

University Alabama Press Tuscaloosa

Fadjar, Mukthie. 2003. Reformasi Konstitusi dalam Masa Transisi Paradigmatik. In-Trans. Malang.

Goodin, Robert E. “Democracy, Preferences and Paternalism,†Policy Sciences, Vol. 26, No. 3, Democracy and the Policy Sciences (Aug., 1993).

Inglehart, Ronald and Christian Welzel. “Political Culture and Democracy:

Analyzing Cross-Level Linkages,†Comparative Politics, Vol. 36, No.

(Oct., 2003).

Kaho, Josef Riwu. 1988. Prospek otonomi daerah di Negara

Republik Indonesia. Rajawali Pers. Yogyakarta.

Kelsen, Hans. 1973. General Theory of Law and State, 20th Century Legal

Philosophy Series: Vol. I, Translated by Anders Wedberg, Russell &

Russell. New York.

Knight, Maurice. 2001. Desentralisasi Pengelolaan Wilayah Pesisir di

Amerika Serikat: Contoh bagi Indonesia. Program Pengelolaan Sumber Daya Alam (NRM) USAIDBAPPENAS dan USAIDCRC/ URI, Coastal Resources

Center, University of Rhode Island, Narrgansett, Rhode Island, USA.

Linz, Juan José and Alfred C. Stepan. 1996. Problems of Democratic

Transition and Consolidation: Southern Europe, South America, and Post-Communist Europe. John Hopkins University Press.

Livingston, Wiliams S. 1956. Federalism and Constitutional Change. The

Clarendon Press. Oxford.

Manan, Bagir. 2005. Menyongsong Fajar Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat

Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Prasojo, Eko. 2005. Federalisme dan Negara Federal – Sebuah

Pengantar. Depok : Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Prihatmoko, Joko J. 2005. Pemilihan Kepala Daerah Langsung: Filosofi,

Sistem dan Problema Penerapan di Indonesia. Yogyakarta : Penerbit

Pustaka Pelajar.

Rasyid, Ryaas. Indonesia Mengarah Federalisme. Media Indonesia, 22

Agustus 2005.

Strong, C.F. 1952. Modern Political Constitutions: An Introduction to

The Comparative Study of Their History and Existing Form. London

: Sidgwick & Jackson Limited Sulistiyanto, Priyambudi, Maribeth Erb,

(eds). 2009. Deepening Democracy In Indonesia?: Direct Elections For

Local Leaders (Pilkada). Institute of Southeast Asian Studies.

Thahir, Andi Samad. 2002. Otonomi Daerah, Pemilu, dan Pembangunan

Politik Bangsa, Editor: M. Sarief Arief dan A. Toha Almansur, Jakarta: Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan. Warren, Mark E. “Deliberative Democracy and Authority,†The American Political Science Review, Vol. 90,

No. 1 (Mar., 1996).




DOI: https://doi.org/10.37058/jipp.v2i2.2296

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Ahmad Sholikin



JIPP is Indexed by

 Google Scholar Google Scholar

 

View My Stats