POTENSI HASIL TANGKAPAN DAN KELIMPAHAN SUMBER DAYA IKAN DI PENDARATAN KARANGSONG INDRAMAYU

Diana Hernawati, Diki Muhamad Chaidir, Vita Meylani, Rinaldi Rizal Putra

Abstract

Indonesia dengan tingkat keanekaragaman jenis ikannya merupakan sumberdaya potensial yang mempunyai nilai produktivitas yang tinggi. Kemampuan produksi sumberdaya ikan menentukan ketersediaan stok untuk perikanan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi hasil tangkapan dan kelimpahan sumber daya ikan di pendaratan Karangsong Indramayu. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan data hasil tangkapan dari bulan September sampai dengan Nopember pada tahun 2016 dan 2017. Sementara pengamatan langsung dlakukan di TPI Karangsong Indramayu. Hasil penelitian menunjukan jumlah jenis ikan yang tertangkap jaring nylon sebanyak 12 jenis, pancing sebanyak 4 jenis dan rampus sebanyak 12 jenis. Komposisi jenis ikan hasil tangkapan menunjukan jenis ikan tongkol lebih dominan tertangkap dengan jaring nylon dan rampus sedangkan penangkapan dengan pancing didominasi oleh ikan hiu. Berdasarkan rata-rata hasil penangkapan secara keseluruhan untuk Tahun 2016 sebesar 15.622.736 kg dan Tahun 2017 sebesar 17.977.502 kg. Rata-rata ini menunjukkan produktivitas penangkapan ikan cenderung terus bertambah  seiring dengan sumber daya ikan yang berlimpah. Penelitian ini juga sebagai informasi awal untuk keberlanjutan pengelolaan penangkapan ikan di perairan Karangsong Indramayu.

Keywords

abundance; fish resources; Karangsong; potential result

Full Text:

PDF

References

Allison, E. H. et al. 2009. Vulnerability of national economies to the impacts of climate change on fisheries. Fish Fish. 10: 173–196.

Boyd, H. and A. Charles 2006. “Creating community-based indicators to monitor sustainability of local fisheries.” Ocean Coast. Manag. 49, 237–258. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2006.03.006

Cardinale, B.J., Duffy, J.E., Gonzalez, A., Hooper, D.U., Perrings, C., Venail, P., Narwani, A., Mace, G.M., Tilman, D., Wardle, D.A., Kinzig, A.P., Daily, G.C., Loreau, M., Grace, J.B., Larigauderie, A., Srivastava, D.S., Naeem, S., 2012. Biodiversity loss and its impact on humanity. Nature, 486, 59e67.

Cheung, W. L. et al. 2010. Large-scale redistribution of maximum fisheries catch potential in the global ocean under climate change. Glob. Change Biol., 16: 24–35.

Cinner, J. E., Huchery, C., Hicks, C. C., Daw, T. M., Marshall, N., Wamukota, A., & Allison, E. H. 2015. Changes in adaptive capacity of Kenyan fishing communities. Nature Climate Change, 5(9): 872.

Cutter, S. L., J. T. Mitchell, and M. S. Scott .2000. “Revealing the Vulnerability of People and Places: A Case Study of Georgetown County, South Carolina.” Ann. Assoc. Am. Geogr., 90, 713–737. https://doi.org/10.1111/0004-5608.00219

Díaz, S., Fargione, J., Chapin III, F.S., Tilman, D., 2006. Biodiversity loss threatens human well-being. PLoS Biol., 4, 1300e1305.

Fatemi, F., A. Ardalan, B. Aguirre, N. Mansouri, and I. Mohammadfam. 2017. “Social vulnerability indicators in disasters: Findings from a systematic review.” Int. J. Disaster Risk Reduct., 22, 219–227. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2016.09.006

Jacob, S., P. Weeks, B. Blount, and M. Jepson. 2010. “Exploring fishing dependence in gulf coast communities.” Mar. Policy, 34, 1307–1314. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2010.06.003

Jacob, S., and M. Jepson. 2009. “Creating a Community Context for the Fishery Stock Sustainability Index.” Fisheries, 34, 228–231. https://doi.org/10.1577/1548-8446-34.5.228

Jacob, S., P. Weeks, B. Blount, and M. Jepson. 2013. “Development and evaluation of social indicators of vulnerability and resiliency for fishing communities in the Gulf of Mexico.” Mar. Policy, 37: 86–95. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2012.04.014

Johanesson, K. A. & R. B. Mitson. 1985. Fisheries acoustic: A pratical manual for aquatic biomass estimation. F. A. O. FisheryTech. Paper. No.240. Rome. 249 o.

Omat, O. 2008. Implikasi Keberadaan PPI Terhadap Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Perikanan (Studi Kasus: PPI Karangsong Kecamatan Indramayu Provinsi Jawa Barat) (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro).

Pasquaud, S., Vasconcelos, R. P., França, S., Henriques, S., Costa, M. J., & Cabral, H. 2015. Worldwide patterns of fish biodiversity in estuaries: effect of global vs. local factors. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 154: 122-128.

Kaplinsky, Raphael dan Mike Morris. 2000. A Handbook for Value Chain Research. IDRC.

Kleiber, D., & Kotowicz, D. 2018. Applying National Community Social Vulnerability Indicators to Fishing Communities in the Pacific Island Region.

Kusnadi. 2002. Konflik Sosial Nelayan – Kemiskinan dan Perebutan Sumber Daya Alam. Yogyakarta: LKiS,.

Rudyanto, A. 2004. Kerangka Kerjasama dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut. Makalah Disampaikan pada Sosialisasi Nasional Program MFCDP, 22.

Susilowati, Indah. Pengelolaan Perikanan Komersial Berbasis Pendekatan Kolaboratif Dan Kapasitas Sosial Ekonomi Masyarakat. Disampaikan pada: Program Pelatihan Pembangunan Wilayah Pesisir, 15-16 Juni 2005.

Wudianto, Mahiswara dan M. Linting. 1995. Pengaruh Ukuran Mata Pancing Rawai Dasar Terhadap Hasil Tangkapan. Balai Penilitian Perikanan Laut, Jakarta, 10 hlm.

Wudianto, W., & Sumiono, B. 2017. Demersal Fish Resources Result of Mv. Seafdec 2 Survey in The South China Sea Of Indonesia. Indonesian Fisheries Research Journal, 14(2): 67-74.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.