Analisis Tingkat Kemandirian keuangan Daerah Pasca Pemekaran Wilayah

Tedi - Rustendi

Abstract


This study aims to determine whether there is a difference in the level of financial autonomous between Kabupaten Tasikmalaya as the origin/parent region is divided and Kota Tasikmalaya that formed as an autonomy region. The study used a case approach in longitudinal data of the budget realization from 2007 to 2018 which is divided into two samples of each 12-fiscal years. Based on the analysis result, Kabupaten Tasikmalaya and Kota Tasikmalaya have low level of financial autonomous, and the pattern of their relationship with the central government in the instructive category. However, based on the hypothesis test results, the financial autonomous level of the two regions is significantly different, where the level of financial autonomous of Kota Tasikmalaya is higher than the level of financial autonomous of Kabupaten Tasikmalaya. In this case, Kota Tasikmalaya has a better chance to utilize regional eoutomy to accelerate regional development and improve the quality of its public services based on local original revenue.

Key words: autonomous, fiscal decentralization, local government


Keywords


otonomi; desentralisasi fiskal; pemerintah daerah;

References


Amalia, F. R., & Purbadharmaja, I. bagus P. (2014). Pengaruh Kemandirian Keuangan Daerah dan keserasian Alokasi Belanja Terhadap Indeks Pembangunan Manusia. E-Jurnal EP Unud, 2(6), 257–264.

Arham, M. A. (2014). Desentralisasi Fiskal dan Perubahan Struktur Ekonomi: Studi Perbandingan Kawasan Sulawesi dan Jawa. Ekuitas: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan, 18(4), 431–451.

Bastian, I. (2006). Akuntansi Sektor Publik; Suatu Pengantar. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama – Erlangga.

DJPK Kemenkeu. (2012a). Desentralisasi Fiskal di Indonesia Satu Dekade setelah Ledakan Besar. Jakarta: DJPK – Kementerian Keuangan RI bersama mitra ADB dan Australiaan Aid.

DJPK Kemenkeu. (2012b). Grand Design Desentralisasi Fiskal Indonesia. Jakarta: DJPK - Kementerian Keuangan RI.

DJPK Kemenkeu. (2020). Data Keuangan Daerah Setelah TA 2006. Retrieved March 31, 2017, from http://djpk.depkeu.go.id/?p=5412

DJPK Kemenkeu. (2019). Realisasi APBD 2018 (Ringkasan). Retrieved December 20, 2019, from http://djpk.depkeu.go.id/7p=5412

Fajrii, M., Delis, A., & Amzar, Y. V. (2016). Dampak Otonomi Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi, dan Keterbukaan Daerah Terhadap Ketimpangan Wilayah di Sumatera. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan - JEKT, 9(2), 99–107.

Gruber, J. (2013). Public Finance and Public Policy (4th ed.). New York: Worth Publishers; a MacMillan HEC.

Hendri. (2015). Fiscal Decentralization and Regional Economic Growth in Sumatera, Indonesia. Thesis Master of Art in Development Studies. International Institute of Social Studies – ISS, The Hague - The Netherlands.

Kusuma, H. (2016). Desentralisasi Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan - JEKT, 9(1), 1–11.

Mahardika, I. G. N. S., & Artini, L. G. S. (2014). Analisis Kemandirian Keuangan Daerah di Era Otonomi pada Pemerintah kabupaten Tabanan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 3(3), 733–750.

Nasution, A. (2016). Government Decentralization Program in Indonesia. Asian Development Bank Institute – ADBI, WP 2016(601), 1–23.

Ndadari, L. W., & Adi, P. hari. (2008). Perilaku Asimetri Pemerintah Daerah Terhadap Transfer Pemerintah Pusat. In Procceeding in The 2nd National Conference UKWMS (pp. 1–24). Surabaya.

Nggilu, F., Sabijono, H., & Tirayoh, V. (2016). Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(04), 623–635.

Putri, S. C., & Alla Asmara. (2014). Pengaruh Kemandirian Keuangan Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Banten. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Pembangunan, 3(1), 8–22.

Rante, A., Mire, M. S., & Paminto, A. (2017). Analisis Kemandirian Keuangan Daerah. INOVASI, 13(2), 92–103.

RI-PP 58/2005. (2005). Peraturan Pemerintah No 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

RI-UU 33/2004. (2004). UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.

Saputra, B., Amzar, Y. V., & Purwaka, H. . (2015). Analisis Pengaruh Kemandirian Keuangan Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi. Eko-Regional, 10(2), 145–151.

Savitri, MD., M. Hadi, A. Firmansyah, D. Hardiana, dan Triyanto. 2015. Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah, Modul Kerjasama Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Jakarta: DJPK – Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Sebastiana, V., & Cahyo, H. (2016). Analysis of Economic Performance as the Independence Indicators of Government in East Java Province. Review of Integrative Business and Economics Research, 5(2), 272–285.

Shah, A. (2004). Fiscal Decentralization in Developing and Transition Economies; Progress, Problems, and Primise. The World Bank, WP 2004(3282), 1–47.

Shah, A. (2007). Public Sector Governance and Accountability Series ; Budgeting and Budgetary Institutions. Washington DC: The International Bank for Reconstruction and Development – The World Bank.

Shah, A. (2012). Autonomy with Equity and Accountability: Toward a More Transparent, Objective, Predictable and Simpler (TOPS) System of Central Financing of Provincial-Local Expenditures in Indonesia. The World Bank, WP 2012(6004), 1–31.

Siegel, S. (1994). Statistik Nonparametrik. (Z. Suyuti & S. L, Eds.). Jakarta: Gramedia.

Soejoto, A., Subroto, W. T., & Suyanto. (2015). Fiskal Decentralization Policy in Promoting Indonesia Human Development. International Journal of Economics and Financial Issues, 5(3), 763–771.

Sriyana, J. (2011). Disparitas Fiskal Antar Daerah di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 56–66.

Sumarsono, H. (2009). Analisis Kemandirian Otonomi Daerah: Kasus Kota Malang (1999-2004). JESP, 1(1), 13–26.

Swandewi, A. A. I. A. (2014). Pengaruh Dana Perimbangan dan Kemandirian Keuangan Daerah Terhadap Keserasian Anggaran dan kesejahteraan Masyarakat Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 3(7), 356–376.

Verawaty, Fransisca, S., & Rahmawati, R. (2017). Determinan Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah MBiA, 16(1), 1–10.

Wakhyudi, & Tarunasari, L. F. (2013). Mengukur Kinerja Keuangan Daerah melalui Rasio Keuangan Daerah. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan – JIAKES, 1(2), 139–150.

Yasa, I. K. A., & Arka, S. (2015). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Disparitas Pendapatan Antar Daerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan – JEKT, 8(1), 63–71.

Yin, R. K. (2014). Case Study Research; Design and Methods, 5th edt. California: SAGE Publication Inc.

Zulyanto, A. (2010). Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu. Thesis Magister Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan. Pascasarjana Universitas Dipenegoro, Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JURNAL AKUNTANSI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Akuntansi by Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jak.

Jurnal Akuntansi Visitor Counter JAK Stats