STUDI ETNOMATEMATIKA PADA AMALAN WIRID YAA LATHIF DI THORIQOH QODIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH MA’HAD SURYALAYA

Siti Apriliani Shopia, Dedi Nurjamil, Eko Yulianto, Muhamad Zulfikar Mansyur

Abstract


Eksistensi matematika dalam berbagai tradisi masyarakat Indonesia telah lama menjadi objek kajian etnomatematika. Penelitian ini berfokus pada tradisi Wirid Yaa Lathif di kalangan Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya yang diamalkan sebanyak 14.461 kali dan dipercaya memiliki beberapa keutamaan bagi pengamalanya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penentuan jumlah bilangan pada wirid Yaa Lathif, dan konsep matematis dalam pengamalan wirid Yaa Lathif di TQN Suryalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dua pendekatan yaitu etnografi dan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang yang merupakan pengamal wirid Yaa Lathif (Ikhwan maupun Non Ikhwan), serta wakil talqin Mursyid TQN. Lokasi penelitian berada di Pesantren Sirnarasa Panjalu dan Padepokan Talangraga Tasikmalaya. Teknik analisis data menggunakan model analisis data menurut Miles dan Huberman. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penentuan jumlah bilangan pada wirid Yaa Lathif dengan jumlah 129 didasarkan pada nilai Abjadiyyah Kubra, sedangkan 16.641 didasarkan pada penggunaan metode penguadratan dari nilai Abjadiyyah Kubra atau dapat disebut dengan istilah tadh’if; (2) Konsep matematis yang terdapat dalam pengamalan wirid Yaa Lathif yaitu menghitung, mengestimasi dan komulatif.


Full Text:

PDF

References


Abimanyu, P. (2016). Kupas Tuntas Rahasia Tanggal Kelahiran, Nama & Astrologi. Flash Book.

Alba, C. (2012). Tasawuf dan Tarekat. PT Remaja Rosdakarya Offset.

D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its Place in the History and Pedagogy of Mathematics. For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–47.

Fitriyani. (2012). Islam dan Kebudayaan. Jurnal Al-Ulum, 12(1), 1129–1140.

Hasanah, U. (2015). Pesantren dan Transmisi Keilmuan Islam Melayu-Nusantara; Literasi, Teks, Kitab dan Sanad Keilmuan. ’Anil Islam, 8(2), 203–225.

Hayati. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Wirid di Desa Kendawi Kecamatan Dabun Gelang. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Huderi, M. (2020). Tasbih dan Golok: Kedudukan, Peran, dan Jaringan Kiyai dan Jawara di Banten.

Jamaludin & Rahayu, S. S. (2019). Hubungan Fiqih Kalam dan Tasawuf (D. M. Somantri (ed.)). CV. Mangku Bumi Media.

Kahmad, D. (2002). Tarekat dalam Masyarakat Islam; Spiritualitas Masyarakat Modern. Pustaka Setia.

Khasanah, N., Hamzani A. I., & Havis, A. (2019). Taqlid dan Talfiq dalam Konsepsi Hukum Islam. Journal of Islamic Law, 3(2), 155–168.

Khoduri, A. S. (2004). Wacana Baru Filsafat Islam. Pustaka Pelajar.

Khusnul, U. K. (2005). Tasawuf Islam dan Pluralisme, dalam Sururin, Nilai-Nilai Pluralisme dalam Islam: Bingkai Gagasan yang Berserak. Nuansa.

Le, Gall, D. (2005). A Culture of Sufism: Naqshbandis in The Ottoman World, 1.450-1.700. Sunny Press.

Masturin. (2015). Perilaku Sosial Budaya Pengikut Tarekat Dalailul Khairat Pada Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus. Kuriositas, 1(7), 1–14.

Mujahidin, A. (2013). Epistemologi Islam: Kedudukan Wahyu sebagai Sumber Ilmu. Jurnal Studi Keislaman, 17(1), 41–64.

Muslimah & Sardimi. (2021). Epistemologi Ilmu dalam Perspektif Islam. Akademika, 15(2), 31–40.

Naufal, A. M. (2019). Analisis Terhadap Pengamal Ijazah Wirid dalam Kitab Taj Al-Muhtaji wa SayfalMarzuqi karya Sayiful Mulk Terhadap Perekonomian Santri Pondok Al-Hakiki Surabaya. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Orey, D. C., & Rosa, M. (2015). Three Approaches in The Research Field of Eethnomodeling: Emic (local), Etic (global), and Dialogical (glocal). Revista Latinoamericana de Etnomatemática, 8(2), 364–380.

Raharjanti, M., Nusantara, T., & Mulyati, S. (2016). Kesalahan siswa dalam menyelesaikan permasalahan perbandingan senilai dan berbalik nilai. Prosiding: Konferensi Nasional Penelitian Matematika Dan Pembelajaran (KNPMP 1), 312–319.

Setiadi, D. (2017). Pola Bilangan Matematis Perhitungan Weton dalam Tradisi Jawa dan Sunda. Jurnal ADHUM, 7(175–86).

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV. ALFABETA.

Suryaningsih, I. (2021). Ilmu Hikmah dalam Pandangan Masyarakat Bojonegara (Studi di Kampung Pengarengan Desa Pengarengan Kec. Bojonegara Kab. Serang Banten). Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Yuana, K. A. (2010). The Greatest Philosophers-100 Tokoh Filsuf Barat dari Abad 6 SM-Abad 21 yang Menginspirasi Dunia Bisnis. Penerbit Andi.

Yulianto, E., Wahyudin, Tafsir, A. & Prabawanto, S. (2021). Contrasting Mathematical Phenomena and Concepts in Ethnomathematics through Etic and Emic Approaches: A Study of Dhikr Jahar Practices in Tariqa Qodiriyah Naqsyabandiyah Ma’had Suryalaya. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(1), 193–218.

Zidny, I. (2018). Uqudul Jumaan Fi ’Amaliah Mursyid. Pesantren Internasional Jagat ’Arasy.




DOI: https://doi.org/10.37058/jarme.v5i1.5861

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME)
Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Siliwangi
Jl. Siliwangi no. 24 Kota Tasikmalaya - 46115
email: jarme@unsil.ac.id
e-ISSN: 2655-7762
Licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
StatCounter:
WebAnalytics Made Easy - StatCounter
Detail

Indexed by :

Moraref One Search BASE - Bielefeld Academich Search Engine DRJI Indexed Journal