ASUPAN PROTEIN DAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA UMUR 2-5 TAHUN

Dita Atila, Lilik Hidayanti

Abstract


Stunting is still a public health problem in Indonesia, including in Tasikmalaya City, one of the contributing factors is low protein intake, both animal and vegetable, which is related to toddler growth. This study aims to determine the difference in protein intake based on the incidence of stunting in toddlers aged 2-5 years in Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City in 2025. This research method uses a cross-sectional design with Independent Sample T-Test with a sample size of 93 toddlers. Protein intake data was collected using a 24-hour food recall method and analyzed using a test to see the difference in average protein intake between stunting and non- stunting groups. The results showed that the average animal protein intake in stunted toddlers was (10.8g) lower than that of non-stunted toddlers at (16.3). The average vegetable protein intake in stunted toddlers was (5.9g), while in non-stunted toddlers it was (7.9). The average total protein intake in stunted toddlers (26.6g) was lower than that of non-stunted toddlers (36.4g). The conclusion is that there are significant differences in animal, vegetable, and total protein intake between stunted and non-stunted toddlers


Keywords


animal, community nutrition, stunting, toddlers, vegetable

Full Text:

PDF

References


Wigati, A., Sari, F.Y.K. dan Suwarto, T. (2022) Pentingnya Edukasi Gizi Seimbang Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita, Jurnal Abdimas Indonesia, 4(2), hal. 155162.

Rahmi, F., Huljannah, N. dan Rochmah, T.N. (2022) Stunting Prevention Program in Indonesia, Media Gizi Indonesia, 17(3), hal. 281292. Tersedia pada: https://doi.org/10.20473/mgi.v17i3.281-292.

Hutabarat, E.N. (2023) Journal of Health and Medical Science Volume 2, Nomor 1, Januari 2023 https://pusdikra-publishing.com/index.php/jkes/home Permasalahan Stunting dan Pencegahannya, 2, hal. 158163.

Kundarwati, R.A., Dewi, A.P. dan Wati, D.A. (2022) Hubungan Asupan Protein, Vitamin A, Zink, dan Fe dengan Kejadian Stunting Usia 1-3 Tahun, Jurnal Gizi, 11(1), hal. 915.

Kementrian Kesehatan RI, Hasil Studi Status Giz Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, 2023,

Onis, M. de et al. (2019) Prevalence thresholds for wasting, overweight and stunting in children under 5 years, Public Health Nutrition, 22(1), hal. 175

Tersedia pada: https://doi.org/10.1017/S1368980018002434.

Nasution, I.S. dan Susilawati, S. (2022) Analisis faktor penyebab kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan, FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2), hal. 8287. Tersedia pada: https://doi.org/10.55904/florona.v1i2.313.

Maulida, F. et al. (2023) Hubungan Tingkat Kecukupan Protein dan Zinc denfan Stunting pada Balita di Pekon Pamenang Kecamatam Pagelaran Kabupaten Pringsewu, Medical Journal of Nusantara (MJN), 2(2), hal. 5966.

Tersedia pada: https://doi.org/10.55080/mjn.v2i2.353.

Fitri, L. et al. (2020) Hubungan Asupan Energi dengan Kejadian Stunting pada Balita usia 2-5 Tahun Kota Pekambaru, Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 5(3), hal. 591597. Tersedia pada: http://doi.org/10.22216/jen.v5i3.5334.

Afdhal, F., & Arsi, R. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Prabumulih Timur Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Terapan, 10(1), 82-95.

Harahap, H. S. (2021). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Status Gizi Balita Di Puskesmas Padang Garugur Kabupaten Padang Lawas (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Adani, F.Y. dan Nindya, T.S. (2017) Perbedaan Asupan Energi, Protein, Zink,

dan Perkembangan pada Balita Stunting dan non Stunting, Amerta Nutrition, 1(2), hal. 46. Tersedia pada:

https://doi.org/10.20473/amnt.v1i2.6225.

Komalasari, K. et al. (2020) Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita, Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), hal. 5156. Tersedia pada: https://doi.org/10.47679/makein.202010.

Sholikhah, A. dan Dewi, R.K. (2022) Peranan Protein Hewani dalam Mencegah Stunting pada Anak Balita, JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 6(1), hal. 95. Tersedia pada: https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.12012.

Wahyudin dan Perceka, A.L. (2019) Hubungan pola konsumsi, Sustainability (Switzerland), 11(1), hal. 114. Tersedia pada: http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017- Eng- 8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.re gsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/3 05320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_M ELESTARI.

Swarinastiti, D., Hardaningsih, G. dan Pratiwi, R. (2018) Dominasi Asupan Protein Nabati Sebagai Faktor Risiko Stunting Anak Usia 2-4 Tahun, Diponegoro Medical Journal, 7(2), hal. 14701483.

Sari, E.M. et al. (2016) Asupan protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan, Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 12(4), hal.

Tersedia pada: https://doi.org/10.22146/ijcn.23111.

Kidul, S., Area, W. dan City, S. (2025) Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan Perbedaan Asupan Protein Hewani pada Balita Stunting dan Tidak Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kidul , Kota Salatiga, 9(1), hal. 159167.

Aisyah, I.S. dan Yunianto, A.E. (2021) Hubungan Asupan Energi Dan Asupan Protein Dengan Kejadian Stunting Pada Balita (24-59 Bulan) Di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(1), hal. 240246. Tersedia pada: https://doi.org/10.37058/jkki.v17i1.3603.

Yuliantini, E. et al. (2022) Asupan makanan dengan kejadian stunting pada

keluarga nelayan di Kota Bengkulu, AcTion: Aceh Nutrition Journal, 7(1), hal.

Tersedia pada: https://doi.org/10.30867/action.v7i1.579.

Yunus, M.A., Triawanti dan Skripsiana, N.S. (2024) Hubungan Asupan Karbohidrat, Lemak dan Protein dengan Kejadian Stunting (Tinjauan pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan BakumpaiKabupaten Barito Kuala Tahun 2023), Homeostasis, 7(2), hal. 445452.

Natara, A.I., Siswati, T. dan Sitasari, A. (2023) Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Radamata, Journal of Nutrition College, 12(3), hal. 192197. Tersedia pada: https://doi.org/10.14710/jnc.v12i3.34499.

Anggraeni, L.D., Toby, Y.R. dan Rasmada, S. (2021) Analisis Asupan Zat

Gizi Terhadap Status Gizi Balita, Faletehan Health Journal, 8(02), hal. 92

Tersedia pada: https://doi.org/10.33746/fhj.v8i02.191.




DOI: https://doi.org/10.37058/nsj.v4i2.17700

Refbacks

  • There are currently no refbacks.