HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DAN MENORAGIA DENGAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

Dwinisa Syahrunnajah Susilo, Lilik Hidayanti, Yana Listyawardhani

Abstract


Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) serta adanya gangguan menstruasi seperti menoragia diduga turut berperan dalam terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan konsumsi TTD dan kejadian menoragia dengan status anemia pada remaja putri. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada siswi kelas VII dan VIII di SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya pada tahun 2025. Sebanyak 81 siswi dipilih sebagai sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue 201+, lembar ceklis konsumsi TTD, kalender dan piktogram menstruasi, serta food recall 24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Seluruh responden tercatat tidak patuh dalam mengonsumsi TTD (100%), sehingga variabel kepatuhan tidak dapat dianalisis lebih lanjut secara statistik. Sebagian besar responden tidak mengalami menoragia (77,8%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara menoragia dan status anemia (p > 0,05). Rendahnya kepatuhan konsumsi TTD menjadi temuan utama yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan anemia.


Keywords


anemia, menoragia, remaja putri, tablet tambah darah

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

World Health Organization. Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva: WHO; 2021.

Budiarti A, Rahayu D, Lestari W. Faktor risiko anemia pada remaja putri. J Gizi Kesehat. 2021;13(1):4552.

World Health Organization. Global anaemia estimates in adolescent girls. Geneva: WHO; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Profil Kesehatan Kota Tasikmalaya Tahun 2023. Tasikmalaya: Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya; 2023.

UPTD Puskesmas Cipedes. Laporan kegiatan pemeriksaan anemia remaja putri wilayah kerja Puskesmas Cipedes Tahun 2023. Tasikmalaya: UPTD Puskesmas Cipedes; 2023.

Putra RA, Suryani D, Lestari R. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah menengah. Media Gizi Indones. 2020;15(2):12330.

Handayani S, Budiman. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. J Kesehat Masy. 2022;18(2):8997.

Ansari S, Shrestha S, Adhikari R. Menstrual disorders and its association with anemia among adolescent girls. J Nepal Health Res Counc. 2020;18(2):2438.

Yilmaz M. Heavy menstrual bleeding and iron deficiency anemia in adolescents. J Pediatr Adolesc Gynecol. 2023;36(1):17.

Qomarasari D, Mufidaturrosida A. Hubungan gangguan menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. J Kesehat Reprod. 2022;13(1):5562.

Sari N, Utami T, Rahmawati D. Gangguan menstruasi dan status anemia pada remaja putri. J Gizi Klin Indones. 2023;19(3):16775.

Agustin R, Sudrajat A. Hemoglobin dan perannya dalam transport oksigen. J Kesehat. 2021;12(2):8592.

Magnay JL, Nevatte TM, OBrien S, Gerlinger C, Seitz C, Fraser IS. A systematic review of methods to measure menstrual blood loss. BMC Womens Health. 2020;20(1):115.

Teleman P. Menoragia dan dampaknya terhadap status zat besi pada remaja putri. J Kesehat Reprod. 2023;14(1):4553.




DOI: https://doi.org/10.37058/nsj.v4i2.18443

Refbacks

  • There are currently no refbacks.